Peserta lomba perahu layar Darwin-Ambon, dijadwalkan 24 Juli 2010 bertambah dari sembilan menjadi 17.
"Sampai penutupan pendaftaran 28 Juni lalu hanya 17 dari lima negara yang menyatakan kesediaan mengikuti lomba layar Darwin-Ambon," kata Koordinator Lomba layar Darwin-Ambon Hellen de Lima di Ambon, Maluku, Senin.
Hellen mengatakan, sebenarnya 60-an perahu telah terdaftar saat pendaftaran dibuka tiga bulan lalu, namun hingga batas akhir 28 Juni lalu hanya 17 perahu yang mengembalikan berkas dan lembaran konfirmasinya.
Sebelumnya, Hellen menyatakan jumlah peserrta hanya sembilan.
Pihak panitia, katanya, saat ini sedang mengurus keperluan para peserta yang akan dilepas secara resmi dari pelabuhan laut Darwin ((Australia Utara), termasuk dokumen keimigrasian, bea cukai dan karantina yang akan ditangani dengan sistem satu pintu.
Para peserta terbanyak dari Australia, disusul Filipina, Inggris, Finlandia dan Amerika Serikat.
"Kami menerapkan pelayanan satu pintu bagi para peserta sehingga memudahkan mereka mengurus berbagai keperluan, termasuk dokumen pelayaran dan imigrasi secara resmi," katanya.
Hellen mengakui, lomba layar menempuh perjalanan selama 600 mil laut itu akan dilepas bersamaan dengan kegiatan pelayaran bertaraf internasional Sail Banda 2010 dari Darwin pada 24 Juli tetapi lokasinya berbeda.
Hellen mengakui, kurangnya jumlah peserta lomba yang mulai digelar sejak 1976 sekaligus menandai kerja sama Kota bersaudara (Sister City) antara pemerintah Darwin dan Ambon itu juga dikarenakan kegiatan Sail Banda 2010.
"Hampir rampung"
Seluruh persiapan lomba layar Darwin-Ambon sudah hampir rampung, sekitar 80 persen.
Persiapan meliputi acara penyambutan peserta saat mencapai finish di pantai Desa Amahusu, Nusaniwe, dengan pagelaran seni dan budaya melibatkan masyarakat desa di Kota dan Pulau Ambon.
"Pagelaran seni dan budaya untuk menyambut peserta tidak hanya melibatkan Desa Amahusu tetapi juga desa-desa tetangga di kota dan Pulau Ambon, dengan harapan seni dan budaya yang masih melekat dan diwarisi masyarakat daerah ini dapat dikenal wisatawan domestik maupun luar negeri," katanya.
Lomba layar Darwin-Ambon didukung Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dan sejumlah pihak di Australia.
"Biasanya wisatawan asal negara Kanguru itu datang menggunakan pesawat khusus untuk menyaksikan berbagai rangkaian acara seni dan budaya yang akan digelar di Ambon," katanya.
Pemerintah maupun masyarakat Kota Ambon, katanya, menyambut baik kegiatan ini karena merupakan realisasi kerja sama kota bersaudara (sister City) Darwin-Ambon yang telah terjalin sejak lama.
Selain piala bergilir Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, lomba layar tersebut juga memerebutkan total hadiah Rp50 juta yang dipersiapkan Pemkot Ambon dan Kementerian Budpar.
Lomba perahu layar Darwin ke Ambon pada awalnya diselenggarakan oleh Cruising Yacht Association of the Northern Territory Incorporated (CYANT).
Asosiasi itu menyelenggarakan perlombaan perahu layar pada tahun 1976 hingga 1998 dan selanjutnya ditangguhkan karena alasan keamanan dan keselamatan.
Pada perkembangannya jumlah peserta semakin bertambah. Pada 1998 jumlah peserta lomba mencapai 100 kapal tetapi pelaksanaan dibatalkan karena ketidakstabilan keamanan di Ambon akibat konflik sosial.
Lomba itu dihidupkan kembali dan diawali dengan kunjungan perwakilan dari Ambon ke Darwin pada April 2006 dengan mengusung misi memulai kembali pelaksanaan kegiatan perlombaan.
Selama masa kunjungan, pendekatan dilakukan kepada Dinah Beach Cruising
Yacht Association Incorporated (DBCYA).
Asosiasi itu menunjukkan ketertarikan dengan menyaratkan situasi Ambon sudah dinyatakan aman.
Ketika delegasi DBCYA dikirimkan ke Ambon dan memastikan situasi aman serta siap menyambut pelayaran internasional tahun 2006 hingga 2009 lalu.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.