"Di DPRD Malut misalnya, dari 45 anggota DPRD Malut, perempuan hanya tiga orang, padahal undang-undang memberi kuota 30 persen bagi perempuan di legislatif," kata anggota DPRD dari Partai Golkar itu di Ternate, Sabtu.
Menurut dia, kurangnya perempuan di Malut yang terlibat di politik, karena mereka lebih tertarik pada bidang lain, seperti pegawai negeri sipil (PNS) dan wiraswasta seperti berdagang.
Kualitas dan kemampuan perempuan di Malut sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kaum pria, namun mereka umumnya belum menjadikan bidang politik sebagai pilihan untuk berkarier.
"Oleh karena itu, saya mengajak para perempuan di Malut untuk menjadikan peringatan Hari Kartini pada 21 April 2012 sebagai momen untuk meningkatkan keterlibatan dalam bidang politik," katanya.
Menurutnya, menyambut Hari Kartini, perempuan Kartini muda ini harus menunjukkan kualitas sebagai bentuk dalam menunjukkan eksistensinya di publik sebagai suatu kemajuan dan keterwakilan perempuan di berbagai bidang mulai maju.
Ia mengatakan, sebagian besar penduduk Malut adalah perempuan, oleh karena itu, Malut membutuhkan banyak perempuan di DPRD guna memperjuangkan kepentingan perempuan.
Selama ini, kata Gamalia, dirinya sudah berupaya menyuarakan kepentingan perempuan di Malut dalam pembahasan berbagai program di DPRD Malut, tapi karena suaranya minim, sehingga sering gagal dalam memperjuangkan kepentingan perempuan itu, ujarnya.
Dirinya mengharapkan, dalam pemilu legislatif 2014 semakin banyak perempuan di Malut yang mencalonkan diri sebagai anggota DPRD melalui parpol pilihannya, karena perempuan di daerah ini sebenarnya banyak memiliki kualitas menjadi anggota DPRD.
"Saya mengimbau kepada masyarakat Malut, khususnya kaum perempuan untuk banyak memberikan pilihannya kepada wakil perempuan pada figur perempuan pada pemilu legislatif nanti, karena bagaimana kepentingan perempuan bisa diperjuangkan kalau jumlah perempuan di DPRD sedikit," katanya.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.