"Di wilayah kami tidak ada mata air, sementara untuk menggali sumur juga tidak mungkin karena kondisi tanahnya gersang. Jadi, untuk memenuhi kebutuhan air bersih terpaksa menggunakan air hujan," kata Kepala Desa Pulau Tawabi Kabupaten Halmahera Selatan H Salim di Ternate, Sabtu.
Jika persediaan air hujan habis akibat kemarau panjang, warga di Pulau Tawabi itu terpaksa harus mengambil air di pulau terdekat yang memiliki sumber mata air, tapi itu pun jika kondisi gelombang di laut teduh.
Salim mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan ke Pemkab Halsel untuk membantu mengatasi kesulitan air bersih di pulau itu. Misalnya, melalui pengadaan sumur bor tapi sampai sekarang belum ada tanggapan.
Sejumlah Anggota DPRD Halsel yang berkunjung ke desa berpenghuni 350 jiwa itu juga pernah menjanjikan akan membantu mengatasi kesulitan warga setempat dalam memenuhi kebutuhan air bersih, tapi sampai sekarang belum ada realisasi.
Pemkab Halsel belum dapat dimintai tanggapan atas hal tersebut, namun Anggota DPRD Malut asal daerah pemilihan Halsel Yusman Arifin mengatakan, Pemkab Halsel harus mengupayakan penyediaan air bersih di Pulau Tawabi tersebut.
Tidak tersedianya air bersih di pulau tersebut bisa di atasi dengan cara membangun unit pengolahan air laut menjadi air tawar melalui teknologi penyulingan, seperti yang dilakukan Pemkot Ternate di Pulau Hiri.
"Di Pulau Hiri juga tidak ada sumber air bersih, tapi Pemkot Ternate membangun unit penyulingan air laut menjadi air tawar, sehingga sekarang warga di pulau itu tidak lagi kesulitan air bersih. Pemkab Halsel bisa mencontoh hal itu," katanya.
Teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar tidak membutuhkan biaya besar, selain itu kalau tidak ada sumber energi listrik dari PLN untuk mengoperasikannya bisa menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Pewarta: La Ode Aminuddin: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.