"Ada 30 personel Kodam Pattimura yang terlibat secara langsung untuk mengajar siswa SD, SMP maupun SMA di pulau terluar tempat mereka bertugas," kata Pangdam XVI Patimura Mayjen TNI Soeharsono, usai mengadiri Upacara Hardiknas, di Ambon, Rabu.
Pangdam menjelaskan, proses pembelajaran sesuai displin ilmu yang dimiliki masing-masing personel TNI tersebut, diantaranya pengetahuan bela negara, matematika, bahasa Indonesia, PPKN, pendidikan jasmani dan olahraga.
"Sebagai prajurit TNI selain tugasnya mengamankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), juga memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat salah satunya menjadi relawan sebagai tenaga pengajar atau guru," ujarnya.
Ia mengakui, kondisi pendidikan masyarakat yang mendiami pulau terluar di tiga kabupaten di Maluku yang berbatasan dengan negara tetangga Australia dan Timor Leste itu, masih memprihatinkan disebabkan kekurangan tenaga guru.
"Secara geografis 77 persen luas wilayah Maluku adalah laut dan terdiri dari ribuan pulau, sehingga sangat berdampak pendistribusian tenaga guru tidak merata, di samping banyak tenaga guru yang tidak mau mengabdi di wilayah tersebut," katanya.
Pangdam menegaskan, pihaknya sangat mendukung tugas pelayanan sosial yang dilakukan personil TNI untuk mencerdaskan generasi masa depan bangsa dan negara tersebut.
Dia juga berharap, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Maluku dapat memperhatikan masalah ini, terutama kekurangan tenaga guru di wilayah perbatasan dan pulau terluar, sehingga tidak berdampak menimbulkan disintegrasi.
"Anak-anak yang bermukim di pulau terluar juga memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan memadai seperti yang diperoleh anak-anak di ibu kota provinsi Maluku kabupaten - kota," katanya.
Kepala Disdikpora Maluku, Semy Risambesy, secara terpisah menyatakan mendukung keterlibatan personel TNI sebagai tenaga pendidik di wilayah perbatasan dan pulau terluar.
"Kami sangat mendukung keterlibatan personel TNI menjadi guru di wilayah perbatasan. Keberadaan mereka pun akan menjadi perhatian Disdikpora Maluku, terutama masalah kesejahteraan," katanya.
Dia juga menegaskan, pihaknya terus berupaya menambah serta mendistribusikan tenaga guru secara merata di semua daerah di Maluku, termasuk di wilayah perbatasan dan pulau terluar yang merupakan "beranda" negara.
"Kita memang sangat kekurangan tenaga guru di daerah perbatasan dan terpencil. Kebanyakan guru hanya mau bertugas di kota atau daerah yang dekat. Pemerataan tenaga guru akan dilakukan bertahap sehingga tidak ada lagi sekolah yang kekurangan tenaga pengajar," kata Risambesy.
Pewarta: James F. Ayal: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.