"Kami telah mendapatkan laporan dari Kelurahan Dufa-Dufa kalau salah seorang warganya bernama Harina Kemhay yang semula dilaporkan hilang pasca-banjir bandang Rabu dini hari tadi telah ditemukan," kata Kabag Humas dan Protokoler Pemkot Ternate Thamrin Marsaoly di Ternate, Rabu.
Warga tersebut ternyata tidak hanyut terbawa banjir bandang, tetapi menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman tanpa sempat memberi tahu keberadaannya kepada keluarganya, hingga kemudian kembali ke rumah.
Ia mengatakan, BPBD Kota Ternate bekerjasama dengan tim SAR dan TNI/Polri kini terus melakukan pencarian terhadap Sembilan warga Kelurahan Dufa-Dufa yang sampai saat ini belum ditemukan.
Sembilan warga yang belum ditemukan tersebut diantaranya Vivi Manembu dan Ikbal Harun, rumah milik Sembilan warga yang hilang tersebut berada di bantaran kali yang menjadi alur banjir bandang lahar dingin.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Ternate Hasyim Yusuf mengatakan pihaknya telah menyewa belasan speedboat untuk melakukan pencarian terhadap Sembilan warga yang hilang tersebut di perairan pantai Ternate hingga Pulau Tidore dan Halmahera.
Selain itu, terus pula dilakukan penggalian pada puing-puing rumah warga yang tertimbun banjir lahar dingin, karena tidak tertutup kemungkinan mereka terperangkap dalam puing-puing rumah itu.
Dari data yang diperoleh dari Pemkot Ternate melaporkan data terakhir mengenai jumlah korban meninggal akibat banjir bandang di Ternate pada Rabu dini hari sebanyak empat orang.
Keempat korban meninggal tersebut adalah Imelda Wanny Jauhari, Rehan Sangaji warga Kelurahan Maliaro serta Geril Kemhay dan seorang belum diketahui identitasnya dari Kelurahan Dufa-Dufa.
Sedangkan jumlah warga yang luka-luka akibat bencana banjir bandang tersebut sebanyak 15 orang, sebanyak 13 korban dirawat di RSUD Chasan Boesoerie Ternate dan dua orang di Puskesmas Siko.
Sebanyak tiga yang menderita luka-luka tersebut harus menjalani operasi dan kini mereka dirawat di RSU, seluruh biaya operasi itu, termasuk biaya perawatan korban lainnya akan ditanggung oleh Pemkot Ternate.
Jumlah rumah warga yang rusak akibat bencana banjir bandang tersebut sebanyak 188 unit, sebanyak 70 rumah diantaranya mengalami rusak berat tersebar di 11 kelurahan di tiga kecamatan di Kota Ternate.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.