"12 orang sudah dimintai keterangan. Jumlah saksi akan terus bertambah karena tim gabungan sedang bekerja intensif untuk mengungkap kasus tersebut," kata Kapolres Pulau Ambon dan PP Lease AKBP Suharwiyono di Ambon, Sabtu.
Para saksi yang diperiksa itu adalah warga yang menyaksikan insiden bentrokan terjadi, melihat kejadian tersebut terjadi, serta para pembawa obor saat arak-arakan obor Pattimura di kawasan Mardika-Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
Kapolres menegaskan, dari keterangan 12 saksi tersebut belum ada yang mengarah kepada pengungkapan tersangka pelaku bentrokan yang mengakibatkan belasan sepeda motor terbakar, 57 warga luka-luka dan tiga rumah terbakar.
"Dari keterangan para saksi tersebut belum ada yang mengarah kepada pengungkapan identitas pelaku dan tersangka bentrokan. Kami masih terus melakukan pendalaman," katanya.
Pihaknya merencanakan pemanggilan terhadap sejumlah warga untuk dimintai keterangan terkait insiden tersebut dan diharapkan berbagai keterangan yang dihimpun dapat mengarah kepada pengungkapan identitas pelaku bentrokan.
Dia berharap masyarakat dapat membantu dengan memberikan keterangan sebenar-benarnya jika mengetahui penyebab bentrokan maupun para pelakunya sehingga insiden berdarah ini dapat segera diungkap.
Kapolres menambahkan, pengungkapan kasus bentrokan 15 Mei dilakukan bersamaan dengan kasus peledakan bom yang mengakibatkan banyak warga mengalami luka-luka saat kejadian tersebut.
"Tim gabungan sedang bekerja keras untuk mengungkap seluruh kasus yang terjadi pada 15 Mei termasuk pelemparan bom yang mengakibatkan banyak warga luka. Mudah-mudahan kasusnya dapat segera terungkap," katanya.
Kapolres menambahkan, situasi dan kondisi kota Ambon saat ini semakin kondusif dan berbagai aktivitas masyarakat berjalan sebagaimana biasanya.
"Aparat kepolisian dibantu TNI juga telah ditempatkan pada sejumlah kawasan yang dianggap rawan guna mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi dan kondisi Kota Ambon saat ini aman dan kondusif serta berbagai aktivitas masyarakat berlangsung dengan lancar," ujarnya.
Pewarta: James F. Ayal: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.