Kepala BPBD Kota Ambon Broery Tjokto, di Ambon, Sabtu, membenarkan stafnya masih melakukan pendataan lokasi dan jumlah korban di lapangan.
Berdasarkan data sementara, titik longsoran terjadi di Bere-bere, Batu Meja, Batu Gajah, Ahuru dan Kebun Cengkih, Kecamatan Sirimau. Di Kecamatan Nusaniwe terjadi Mangga Dua, Batu Gantung dan Air Salobar, sedangkan di kecamatan Baguala titik longsor terjadi Desa Lata dan Desa Halong.
Longsor juga menutupi sejumlah ruas dan badan jalan diantaranya di Desa Amahusu (dua titik) dan di Kelurahan Karpan satu titik, sedangkan di Desa Halong, ruas jalan putus dan tidak bisa dilewati kendaraan karena tergerus arus air yang cukup deras melewati jalan.
Di Batu Gajah dan Bere-bere, rumah milik Verry Simon rata dengan tangah akibat dihantam material longsoran, sedangkan tiga unit rumah lain milik keluarga John Miok, Latuperirissa dan Jimmy Toisutta mengalami rusak berat.
Sedangkan di Benteng Atas, Kecamatan Nusaniwe, lima rumah mengalami rusak berat, tiga diantaranya terancam roboh ke jurang akibat longsoran, sedangkan dua lainnya tertimbun material longsoran.
Cokro juga mengakui sejumlah pemukiman penduduk di Kota Ambon terendam banjir pada Kamis (7/6) malam hingga Jumat (8/6) diantaranya di kawasan Batu Gajah, Skip, Diponegoro, Pohon Puleh, Batu Merah, Waihaong, Jalan Baru, Batu Gantung, Galala, Benteng Passo, Waiheru, Poka, Hatiwe Besar hingga Laha.
Pihaknya, tandas Cokro telah memberikan bantuan tanggap darurat berupa terpal, peralatan dapur, tikar, selimut, karung serta mie instan dan berat.
Dia menambahkan, akibat longsor dan banjir enam kepala keluarga (KK) di Kecamatan Nusaniwe dan empat KK di Kecamatan Sirimau terpaksa mengungsi.
Sedangkan 13 KK atau 80 jiwa warga Passo terpaksa mengungsi di Kantor Kecamatan Baguala, sedangkan 14 warga lainnya ditampung pada Mesjid Raya Passo.
Intensitas Tinggi
Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ambon memprakirakan curah hujan dengan intensitas tinggi akan berlangsung di Kota Ambon dan sekitarnya hingga akhir Juni 2012.
"Intensitas curah hujan yang terjadi di Ambon dan sekitarnya sangat tinggi dan puncaknya pada akhir Juni mendatang," kata Kepala Kepala Stasiun Meteorologi Bandara Pattimura Ambon, Erasmus Kayadoe.
Intensitas curah hujan di Kota Ambon dan sekitarnya sudah diatas rata-rata mencapai 198 milimeter hingga 400 milimeter per detik per hari, sedangkan saat kondisi normal yang hanya mencapai 50 milimeter per detik per hari.
"Diprakirakan curah hujan akan lebih tinggi lagi saat memasuki bulan Juni mendatang, karena saat itu merupakan puncak musim penghujan di Ambon dan sekitarnya dan akan berlangsung hingga September," katanya.
Erasmus mengingatkan, warga di Ambon dan sekitarnya, terutama yang bermukim di kawasan yang dianggap rawan untuk mawas diri mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana.
"Musim hujan di Ambon tahun ini lebih ekstrim dibanding tahun-tahun sebelumnya, dikarenakan anomali cuaca serta dipengaruhi badai La Nina ringan," katanya.
Selain intensitas curah hujan yang tinggi, kondisi angin juga bertiup kencang karena dipengaruhi musim Timur dan berdampak tingginya gelombang laut di perairan Maluku dan membahayakan bagi pelayaran antarpulau dan nelayan tradisional.
"Kondisi perairan Maluku diperkirakan akan terkena dampak cuaca ekstrim dengan tinggi gelombang diatas rata-rata, sehingga sangat membahayakan bagi pelayaran antarpulau dan nelayan tradisional. Karena itu masyarakat diminta berhati-hati dan mewaspadai kondisi gelombang laut yang ekstrim jika akan melakukan pelayaran tradisional selama musim timur," katanya.
Menurutnya, tinggi gelombang mencapai empat meter akan terjadi di perairan Laut Banda Bagian Timur, Perairan Aru, Tanimbar, Perairan Kei dan Laut Arafura bagian Tengah.
Sedangkan tinggi gelombang 2-3 meter diperkirakan terjadi di perairan Ambon, Buru, Manipa, Perairan Geser dan Laut Banda.
Sedangkan angin kencang masih berpeluang terjadi di wilayah Maluku dengan kecepatan 05-40 Km per jam, kelembaban 67 - 99 persen.
Pewarta: James F. Ayal: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.