"Kami laksanakan pemantauan di sentra ekonomi berskala besar di Benjina dan Dobo (ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru) pada pekan lalu untuk mendata stok bahan pokok maupun harga di pasaran," kata Kepala Diskoperindag setempat, Rudy Siwabessy, ketika dikonfirmasi, Rabu.
Stok bahan pokok cukup untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 80.000 jiwa penduduk Kepulauan Aru beberapa bulan ke depan, sedangkan harga tetap stabil.
"Ada kecenderungan harga gula pasir naik karena stok belum dibongkar dari kapal di pelabuhan maupun pengadaan dari Surabaya oleh distributor masih dalam pemuatan," ujar Rudy, tanpa merinci harga gula pasir.
Ia mengakui telur yang harus dijaga stoknya karena pengadaannya untuk memenuhi kebutuhan nasional saat merayakan Idul Fitri 1433 Hijriah. Stok telur biasanya dipasok dari Surabaya oleh distributor yang telah dikoordinasikan sejak dini agar tidak terjadi kelangkaan yang mengakibatkan lonjakan harga.
Rudy menyatakan, sembilan distributor juga telah menyatakan kesediaan untuk pengadaan bahan pokok masyarakat agar terjamin stoknya, baik menjelang Ramadhan maupun Idul Fitri.
"Jadi soal bahan pokok masyarakat di Kepulauan Aru menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri 1433 H dijamin baik stok maupun harganya," ujarnya.
Disinggung bahan bakar minyak (bbm), Rudy menjelaskan, stok terjamin dengan dioperasikannya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Dobo.
"Kebutuhan premium, minyak tanah maupun solar tidak lagi dibatasi kuotanya sejak SPBU beroperasi di Dobo, menyusul APMS dengan kuota terbatas sehingga sering terjadi kelangkaan bbm atau antrian panjang," katanya.
Pewarta: Lexy Sariwating: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.