"Terjadi defisit sama dengan periode Juli tahun 2011 yang juga mengalami defisit sebesar 11,24 juta dolar," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Edison Ritonga di Ambon, Rabu.
Ritonga menjelaskan, penyumbang terbesar defisitnya neraca perdagangan luar negeri Provinsi Maluku adalah ketidakseimbangan nilai ekspor - impor khususnya untuk kelompok komoditi bahan bakar mineral.
Menurutnya, defisit neraca perdagangan luar negeri Maluku datang dari transaksi impor dengan dua negara yakni Singapura dan Vitnam, dimana defisit terbesar dari Singapura yakni 194,06 juta dolar.
Sedangkan defisit neraca perdagangan luar negeri periode Januari - Juli 2012 mencapai 91,49 juta dolar,lebih besar dari defisit neraca periode Januari - Juli tahun 2011 yang mencapai 77,69 juta dolar.
Dia menambahkan, nilai impor Maluku bulan Juli 2012 sebesar 12,38 juta dolar atau turun 71,02 persen bila dibandingkan dengan bulan Juli tahun 2011 yang mencapai 17,45 juta US Dolar.
Sedangkan impor nonmigas Juli 2012 sekitar 0,11 juta dolar atau naik sekitar 22,22 persen jika dibandingkan dengan bulan Juni 2012 yakni, 0,09 juta dolar.
Untuk nilai impor migas Juli 2012 sebesar 12,27 juta dolar terjadi penurunan sekitar 71,23 persen jika dibandingkan dengan Juni 2012 yang mencapai 42,65 juta dolar.
Pewarta: ANTARA: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.