Tahun 2011 tercatat sebanyak enam kasus kematian ibu dan hingga September 2012 kasus kematian ibu dan bayi bisa ditekan hingga dua kasus
Ambon (Antara Maluku) - Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon menyebutkan Angka Kematian Ibu dan Anak (AKIA) di Ambon pada 2011-2012 rendah.

"Tahun 2011 tercatat sebanyak enam kasus kematian ibu dan hingga September 2012 kasus kematian ibu dan bayi bisa ditekan hingga dua kasus," kata Kadiskes Ambon, Tresje Tory, Kamis.

Menurut dia, kasus kematian ibu dan bayi di lima puluh desa atau kelurahan di kota Ambon mengalami penurunan cukup signifikan.

"Kami terus berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi serta untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara umum. Ini merupakan upaya menekan angka kematian bayi dan ibu serta derajat kesehatan masyarakat secara umum," katanya.

Treesje mengatakan, peran serta masyarakat untuk melakukan persalinan di rumah sakit dan tidak melakukan pada dukun beranak semakin meningkat.

"Hampir 90 persen masyarakat telah melakukan persalinan di rumah sakit atau klinik, hal ini merupakan salah satu bukti peran serta masyarakat yang semakin meningkat," ujarnya.

Dia menjelaskan, penyebab kematian ibu saat melahirkan disebabkan  faktor  3T (terlambat)  yakni terlambat mengambil keputusan saat hendak melahirkan, di perjalanan dan terlambat di tempat pelayanan kesehatan.

"Jelang proses persalinan suami maupun istri harus membuat program perencanaan dan persiapan seperti apakah akan di rumah sakit, klinik atau di rumah, serta menyiapkan pendamping, dana, kendaraan dan kendaraan," kata Treesje.  

Ia mengakui, penurunan angka kematian ibu dan anak tidak terlepas dari peran organisasi profesi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang memberi dampak peningkatan pelayanan kesehatan.

"Peran IBI juga mengembangkan program kesehatan ibu dan anak sehingga para bidan mampu menekan seminimal mungkin angka kematian bayi dan ibu melahirkan," ujarnya.

Treesje menambahkan, upaya mencegah kematian ibu bersalin bukan hanya tanggung jawab tenaga medis seperti bidan  semata., tetapi tanggung jawab bersama, pemerintah dan masyarakat.

Untuk itu, lanjutnya semua stakeholder, terutama bidan harus terus meminimalisir terjadinya kematian ibu bersalin dengan semakin mengintensifkan sosialisasi persalinan pada sarana kesehatan seperti rumah sakit, Puskesmas dan klinik.

Pewarta: ANTARA
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026