"Kami sudah mengusulkan pengadaan bantuan alat-alat pertanian seperti mesin tanam dan mesin panen padi sawah, traktor dan lainnya bagi gapoktan ," kata Kepala Distan Maluku Syuryadi Sabirin kepada ANTARA, di Ambon, Rabu.
Ia mengatakan, pengusulan alat-alat pertanian tersebut dimaksudkan untuk membantu petani, khususnya di daerah yang kekurangan tenaga buruh sawah.
Seperti Kabupaten Buru yang telah dicanangkan sebagai lumbung pangan wilayah timur Indonesia oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Maret 2006.
Akibat ditemukannya tambang emas di kabupaten tersebut, tenaga buruh sawah lebih memilih bekerja sebagai penambang ketimbang menjadi buruh sawah.
"Pengusulan ini untuk mengantisipasi daerah-daerah yang kekurangan tenaga buruh sawah. Pengadaannya nanti menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)," katanya.
Menurut Sabirin, pengusulan alat-alat pertanian dimaksudkan untuk mendorong upaya Maluku mencapai swasembada beras pada 2014, sekaligus mendukung program Kementan, yakni Indonesia surplus 10 juta ton beras pada 2014.
Lebih lanjut Sabirin mengatakan, dalam upaya untuk swasembada beras, Distan Maluku telah mencetak sawah baru sebanyak 2.800 hektare di Kabupaten Maluku Tengah (1.500 hektare), Buru (500 hektare), Seram Bagian Timur (500 hektare), dan Maluku Barat Daya (300 hektare).
"Tahun ini sawah baru sudah dicetak 2.800 hektare, nantinya akan dicetak lagi sebanyak 10 juta hektare pada 2013, tapi itu masih pengusulan kepada Kementan," ucapnya.
Pewarta: Shariva Alaidrus: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.