Khusus untuk kebutuhan beras, memang masih sulit mengandalkan dari produksi lokal, karena areal sawah di Malut masih terbatas, tapi upaya untuk meningkatkan produksi beras Malut tetap digalakkan
Ternate (Antara Maluku) - Pemerintah Provinsi (Pemrpov) Maluku Utara (Malut) akan mandiri atau mengupayakan kebutuhan pokok (Sembako) bagi masyarakat setempat dari produksi lokal, terutama untuk jenis sembako yang memiliki potensi pengembangan di daerah ini.

"Selama ini sembako untuk kebutuhan Malut umumnya didatangkan dari luar Malut, tapi kita mulai upayakan agar bisa dipenuhi dari produksi lokal yang memiliki potensi pengembangannya di Malut," kata Kadis Pertanian Malut Ghazali Westplat di Ternate, Selasa.

Kebutuhan telur dan daging ayam potong misalnya selama ini  harus didatangkan dari Sulawesi dan Pulau Jawa maka ke depan akan diupayakan dipenuhi dari produksi lokal dengan cara mendorong pengembangan usaha peternakan ayam ras petelur dan ayam ras pedaging.

Begitu pula, kata Ghazali, kebutuhan sayur-mayur yang selama ini harus didatangkan dari Sulawesi Utara, terutama untuk kebutuhan di Kota Ternate akan dialihkan pada produksi lokal dengan cara mendorong para petani setempat mengembangkan sayur-mayur.

Di Malut tersedia potensi lahan puluhan ribu hektar yang sangat cocok untuk pengembangan sayur-mayur, sehingga kalau potensi itu dimanfaatkan secara maksimal, produksinya tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tapi juga bisa dikirim ke daerah lain.

"Khusus untuk kebutuhan beras, memang masih sulit mengandalkan dari produksi lokal, karena areal sawah di Malut masih terbatas, tapi upaya untuk meningkatkan produksi beras Malut tetap digalakkan," katanya.



Pewarta: La Ode Aminuddin
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026