"Hal ini disebabkan beberapa sektor mengalami kenaikan tertinggi pada beberapa subsektor," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Edison Ritonga di Ambon, Sabtu.
Subsektor yang mengalami kenaikan, yakni tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,01 persen, subsektor peternakan 0,37 persen, subsektor tanaman pangan 0,15 persen, sedangkan subsektor hortikultura dan sektor perikanan masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,28 persen dan 0,09 persen.
Dia menjelaskan, pada Februari 2013, terjadi inflasi di perdesaan Provinsi Maluku sebesar 0,23 persen yang dipengaruhi oleh fluktuasi harga di tiap-tiap kelompok pengeluaran rumah tangga, yakni tertinggi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau, bahan makanan sebesar 0,87 persen.
Diikuti kelompok sandang sebesar 0,39 persen, kelompok perumahan sebesar 0,28 persen, kelompok kesehatan 0,08 persen, dan kelompok bahan makanan sebesar 0,06 persen.
Adapun indeks harga konsumen (IHK) Perdesaan untuk kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga, kelompok transportasi dan komunikasi mengalami deflasi masing-masing sebesar -0,07 persen dan -0,02 persen.
: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.