Ambon (ANTARA) -

Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku memanfaatkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai dasar penyusunan kebijakan, perencanaan program, dan evaluasi pembangunan sektor pertanian.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap program yang dijalankan mengacu pada data yang akurat dan terkini sehingga lebih tepat sasaran,” kata Kepala BBRMP Maluku Gunawan, di Ambon, Kamis.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Kepala BBRMP Maluku Gunawan didampingi Ketua Kelompok Substansi Penerapan Penilaian Kesesuaian Aksan Loou pada kegiatan Peluncuran Berita Resmi Statistik Serentak Nasional dan Provinsi yang diselenggarakan BPS Provinsi Maluku di Aula BPS Provinsi Maluku, Passo, Ambon.

Dalam kegiatan tersebut, BPS Provinsi Maluku memaparkan sejumlah indikator strategis yang menggambarkan kondisi perekonomian daerah, antara lain perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Maluku Juni 2026, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Maluku Juni 2026, ekspor dan impor Mei 2026, pariwisata Mei 2026, serta transportasi Mei 2026.

Berbagai indikator tersebut memberikan gambaran terkini mengenai dinamika inflasi, tingkat kesejahteraan petani, aktivitas perdagangan, perkembangan sektor pariwisata, hingga mobilitas masyarakat.

“Data tersebut menjadi referensi penting dalam mendukung perencanaan pembangunan, termasuk penyusunan program-program pertanian yang lebih efektif dan berbasis kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Melalui sinergisitas dengan BPS Provinsi Maluku, BBRMP Maluku terus memperkuat pemanfaatan data statistik resmi sebagai landasan dalam merumuskan langkah-langkah strategis pembangunan pertanian.

“Dengan dukungan data yang akurat dan terpercaya, program yang disusun diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pembangunan sektor pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat Maluku,” harapnya.

Pemanfaatan data statistik juga menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan berbagai program strategis Kementerian Pertanian di Maluku, seperti optimalisasi lahan, pengembangan perbenihan, modernisasi pertanian, hingga peningkatan produktivitas komoditas unggulan. Dengan basis data yang valid, perencanaan program dapat disusun secara lebih terukur, sesuai potensi wilayah, serta mampu menjawab tantangan yang dihadapi petani di setiap daerah.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026