Menteri ESDM Jero Wacik saat ditemui sebelum rapat koordinasi mengatakan sosialisasi dilakukan untuk menyamakan pandangan antara pemerintah dengan kepala daerah untuk menurunkan beban belanja subsidi dengan mengurangi konsumsi BBM.
"Ini untuk menurunkan subsidi BBM bersama-sama, biar ada 'background' dan tidak ada beda pemikiran," ucapnya.
Dalam rapat yang dipimpin Menteri Koordinator bidang Perekonomian, ikut hadir Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat, Menteri Dalam Negeri, Menteri Perhubungan, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan dan Menteri Kesehatan.
Kemudian, Wakil Menteri Keuangan, Wakil Menteri PPN/Kepala Bappenas, Wakil Menteri ESDM, Dirjen Migas, Kepala BPH Migas, Dirut Pertamina, Kepala Hiswana Migas.
Jero Wacik menambahkan koordinasi tersebut dilakukan agar pemerintah daerah dapat memahami bahwa subsidi BBM hanya diberikan kepada masyarakat miskin yang membutuhkan, dan opsi kebijakan BBM segera diputuskan pemerintah.
"Jika dikerjakan bersama-sama, rakyat akan mengerti, ini tidak ada unsur politik dan tidak ada opsi yang enak," ujarnya.
"Vice President Corporate Communication" PT Pertamina Ali Mundakir menambahkan Pertamina siap melakukan implementasi dari kebijakan BBM yang dipilih pemerintah, termasuk menyiapkan SPBU apabila terjadi perbedaan harga bensin jenis premium.
"Kami akan menyiapkan SPBU khusus yang menjual subsidi dan yang lain. Nanti kita koordinasi dengan hiswana migas untuk SPBU yang menjual subsidi," katanya.
Menurut dia, opsi pengendalian BBM pemerintah belum tentu mengatasi kelebihan konsumsi BBM bersubsidi yang diprediksi mencapai 49 juta kilo liter, namun ada belanja subsidi yang dapat dihemat.
"Kalau ada pengurangan itu, walaupun jebol tetapi ada harga yang dihemat," tuturnya.
Pemerintah dalam APBN 2013 memberikan pagu belanja subsidi energi sebesar Rp274,7 triliun dengan rincian subsidi BBM Rp193,8 triliun dan subsidi listrik Rp80,9 triliun, dengan volume sebesar 46 juta kiloliter.
Pewarta: Satyagraha: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.