Ambon (Antara Maluku) - Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu mengunjungi 21 penumpang maupun anak buah kapal KM Merlin yang ditampung di kantor Dinas Sosial setempat di Karang Panjang, Kamis petang.

Gubernur menemui pemilik KM Merlin Aspenas Tenmury, jurumudi, Olop Saryoa dan penumpang didampingi Kabid Bantuan dan Organisasi Sosial Dinas Sosial maluku Theis Sitania di tenda yang dipasang di barak pangkalan kantor Dinas Sosial Maluku.

Gubernur bersalaman dengan para penumpang yang berada di tiga tenda sambil menanyakan alasan KM.Merlin hanyut, kondisi kesehatan dan jadwal pemulangan ke Waipia, Pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah.

Aspenas menjelaskan, awalnya kapal berangkat dari Pulau Nila, Kabupaten Maluku Tengah, dengan  tujuan mengikuti KM.Cantika 88 yang melayari rute perintis di sana.

Namun, karena kapal tersebut tidak berlabuh di tempat biasanya, mereka mengitari Pulau Nila yang mengakibatkan dua jerigen solar habis, sehingga  diputuskan melanjutkan pelayaran ke Waipia.

Sayangnya dalam pelayaran solar habis dan kemudi tidak bisa dioperasikan, maka memasang layar dan hanyut mengikuti arus laut.

Olop mengemukakan saat hanyut sempat berkomunikasi melalui telpon genggam (HP) dengan Camat Teon, Nila dan Serua (TNS), Joseph Akollo yang saat itu berada di Tepa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) untuk meminta pertolongan.

Mereka sebenarnya di pulau Nila dalam rangka memasang SSB dan memantau hasil perkebunan, menyusul direlokasi oleh Pemprov Maluku ke Waipia sejak 1973 karena ancaman gunung api di sana.

"Kami juga sempat berkomunikasi dengan Kepala Kantor SAR Ambon, Suyanto Samijan dan memberitahukan posisi KM.Merlin, namun karena baterei HP habis, hilang kontak sejak Jumat (19/ 4) malam," ujar Olop dan menambahkan berangkat dari pulau Nila, Rabu(17/4) dinihari.

Saat terhanyut di sekitar perairan pulau Ambalau, Kabupaten Buru Selatan meminta tolong nelayan asal desa Ureng untuk mengangkut empat orang ke Ambon untuk mencari bantuan guna mengevakuasi yang lain.

Mereka bertahan hidup di laut dengan mengandalkan tiga tandan pisang dan minum air laut hingga dievakuasi terakhir Senin (22/4) malam.



Pewarta: Lexy Sariwating
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026