Ambon (Antara Maluku) - Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, menjamin stok bahan pokok di daerah itu saat musim hujan, Mei - Juli 2013.

"Saya sudah berkoordinasi dengan para distributor. Mereka menyatakan stok bahan pokok masyarakat cukup untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 105.000 jiwa penduduk Kepulauan Aru selama dua bulan ke depan," kata Kadis Koperindag Kepulauan Aru Rudy Siwabessy ketika dikonfirmasi dari Ambon, Sabtu.

Sedikitnya sembilan distributor bahan pokok masyarakat saat ini berkiprah di Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru. Mereka biasa memasok barang dari Surabaya (Jatim) dengan kapal milik sendiri.

"Jadi soal stok bahan pokok masyarakat tidak masalah. Namun, pengawasan rutin intensif dilaksanakan guna mengantisipasi kemungkinan pedagang melakukan spekulasi harga terkait rencana pemerintah menaikkan harga BBM," ujarnya.

Rudy memastikan pihaknya selain menjalin kerja sama dengan para distributor juga mengerahkan tim pemantauan di pasar - pasar, termasuk penyaluran kebutuhan pokok ke 117 desa atau kelurahan di Kepulauan Aru.

"Kami rutin melakukan pemantauan sehingga bahan pokok masyarakat terjamin, baik stok maupun harga," katanya.

Berdasarkan pendataan tim pemantau, harga beras merek Mawar Rp11.000 per Kg, Chun - Chun Rp11.000 per Kg,ketan hitam Rp20.000 - Rp22.000 per Kg dan ketan putih Rp15.000 - Rp18.000 per Kg.

Gula pasir pasokan dalam negeri Rp14.000 - Rp15.000 per Kg, sedangkan impor Rp17.000 per Kg.

Minyak goreng Bimoli botol ukuran 620 mili liter (ml) Rp12.000, dua liter Rp32.000 - Rp35.000, lima liter Rp70.000.

Harga telur ayam ras Rp40.000 - Rp45.000 per rak dan tekur ayam kampung Rp2.500 per butir.

Cabai merah keriting Rp50.000 per Kg dan cabai merah biasa Rp90.000 - Rp100.000 per Kg.

Harga bawang merah Rp50.000 per Kg, sedangkan bawang putih Rp28.000 - Rp30.000 per Kg.

Pewarta: Lexy Sariwating
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026