Ternate (Antara Maluku) - Gubernur Maluku Utara (Malut) Thaib Armaiyn mengatakan upaya meningkatkan pemenuhan air bersih kepada masyarakat baik di perkotaan maupun pedesaan di daerah ini masih menghadapi banyak kendala.

Kendala tersebut di antaranya tidak optimalnya kemampuan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) dalam mendistribusikan kebutuhan air bersih akibat terbatasnya instalasi pengolahan air bersih yang dimiliki," katanya di Ternate, Selasa.

Kendala lain adalah sulitnya mendapatkan sumber air bersih seperti sungai atau mata air sehingga PDAM terpaksa memanfaatkan air bawah tanah melalui sumur bor, seperti yang selama ini dilakukan PDAM Ternate.

Gubernur mengatakan, untuk di daerah pedesaan kendala yang dihadapi untuk pelayanan air bersih kepada masyarakat adalah belum adanya jaringan listrik untuk mengoperasikan instalasi pengolahan air bersih, selain itu ada pula wilayah pedesaan yang sama sekali tidak memiliki sumber baku air bersih.

Di Malut, kata gubernur, banyak pulau kecil dan daerah pesisir yang sama sekali tidak memiliki sumber baku air bersih, sehingga warga setempat terpaksa memanfaatkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air bersih atau mengambil dari mata air di pulau lain.

Ia mengatakan Pemprov Malut dan seluruh pemkab/pemkot terus berupaya mengatasi kendala tersebut, di antaranya memberikan suntikan dana ke PDAM untuk meningkatkan kapasitas instalasi pengolahan dan pendistribusian air bersih kepada masyarakat, selain itu memfasilitasi PDAM untuk mendapatkan pinjaman dana dari pemerintah pusat.

Selain itu, mengupayakan pemanfaatan bantuan pemerintah pusat untuk pembangunan instalasi pengolahan air bersih melalui Program Nasional Pembangunan Mandiri (PNPM), seperti yang dilakukan di Kota Ternate dan kabupaten Halmahera Selatan, ujar gubernur.

Pemprov Malut dan pemkab/ pemkot di daerah ini, kata Thaib Armayin, juga mulai mengupayakan pemanfaatan air laut sebagai sumber air bersih melalui proses penyulingan, terutama pada wilayah yang sama sekali tidak memiliki sumber baku air bersih.

"Program tersebut sudah dilaksanakan di Pulau Hiri dan Pulau Morotai. Khusus di Pulau Morotai, pengadaannya melalui bantuan Perum Pegadaian senilai Rp20 miliar yang dikerjakan saat penyelenggraan Sail Morotai tahun 2012," katanya.

Melalui berbagai program tersebut, tambahnya, diharapkan pelayanan air bersih di Malut yang saat ini masih dibawah 50 persen, pada tahun 2015 sudah meningkat menjadi diatas 80 persen.

Pewarta: La Ode Aminuddin
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026