"Pertumbuhan UMKM di Malut alami peningkatan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Malut," kata Wa Zaharia di Ternate, Kamis.
Menurut dia, UMKM di Malut saat ini tersebar di 10 kabupaten/kota dan Kota Ternate memiliki 69 ribu pelaku usaha dari berbagai bidang usaha, disusul Halmahera Selatan 49 ribu dan paling terbawah di Kabupaten Pulau Taliabu mencapai 3 ribu lebih dari total 217.220 pelaku usaha.
Ia mengatakan, tentunya pelaku usaha dituntut untuk memanfaatkan pola pemasaran menggunakan media digital, sehingga produknya bisa dipromosikan ke publik.
"Pemprov Malut melalui Dinas Koperasi dan UMKM terus berupaya untuk membina para pelaku usaha untuk mendapatkan berbagai ilmu pemasaran maupun produk yang akan dijual ke pasar secara kompetitif," katanya.
Sementara itu di tempat terpisah, Pemerintah Kota Ternate, melalui Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate, pada tahun lalu mengalokasikan Rp2,7 miliar untuk membantu usaha mikro agar dapat ikut berperan dalam bidang usaha, terutama bagi pengendara ojek dan pengelola warung mama.
Baca juga: Puluhan pelaku UMKM dilibatkan di BI Malut Expo, begini penjelasannya
Kadis Koperasi dan UKM Kota Ternate, Hadi Hairudin Bantuan mengatakan, Pemkot Ternate melalui anggaran APBD 2023 lalu telah alokasikan dana sebesar RP2,7 miliar yang akan disalurkan bagi 2.000 untuk ojek dengan nilai sebesar Rp1,7 miliar berupa jaket dan helm serta bantuan langsung tunai (BLT) untuk pengganti BBM, sehingga dengan anggaran yang dialokasikan itu akan dievaluasi manfaat dari program pemkot.
Dia menyebut, pihaknya juga mengembangkan warung mama sebanyak 300 kios dengan total nilai sebesar Rp900 juta yang tersebar di kelurahan Kota Ternate termasuk pulau terluar Batang Dua, Hiri dan Moti yang belum mendapat bagian bantuan.
Sehingga, Koperasi dan UKM Kota Ternate fokus pada pemberdayaan Koperasi dan UKM terkait dengan penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam upaya pengembangan usaha kecil di daerah ini dan lebih dititik beratkan bagi pengurus koperasi untuk lebih mengenal dan memahami proses koperasi terutama masalah manajemen dan pemanfaatan koperasi itu sendiri.
Begitu pula, ada dua program unggulan untuk perkuat melalui bantuan kebutuhan UKM sebagai realisasi dari program Pemerintah Kota Ternate yaitu warung mama dan om ojek sebagai upaya untuk meningkatkan usaha dari pelaku usaha mikro.
"Untuk mendorong para pelaku usaha terutama kios-kios perlu di berikan bantuan berupa kebutuhan pokok guna menunjang para pelaku usaha," katanya.
Baca juga: Pemprov Malut libatkan UMKM unjuk produk unggulan di Harnus 2023
Pewarta: Abdul FatahUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.