Ambon (Antara Maluku) - Ribuan pendukung pasangan Calon Gubernur-Cawagub Maluku nomor urut tiga, Abdullah Vanath-Marthin Jonas Maspaitella (Damai) yang disebut `Vanathic Mania` berbaju kaos warna oranye memenuhi lapangan Merdeka Ambon.

Kehadirsan ribuan pendukung yang didominasi kalangan remaja dan pemuda sebagai pemilih pemula hingga orang tua itu menghadiri kampanye akbar pasangan Cagub-Cawagub Maluku periode 2013-2018 yang dipusatan di lapangan Merdeka Ambon, Rabu.

Abdullah Vanath dalam orasi politiknya minta dukungan penuh seluruh komponen masyarakat di daerah ini untuk tidak lupa mencoblos pasangan nomor urut tiga tersebut pada tanggal 11 Juni 2013.

"Jaga kesehatan kalian, simpan energi dan jangan mau diprovokasi oleh orang lain maka pada waktunya aspirasi dan dukungan saudara-saudari sekalian akan memenangkan pasangan `Damai` hanya satu putaran pilkada, sehingga bisa terjadi penghematan anggaran," katanya.

Pasangan Damai bertekad mengurangi biaya-biaya perjalanan dinas PNS ke Jakarta dan lebih mengintensifkan perjalanan ke kabupaten/kota sehingga anggaran yang dihemat dapat dimanfaatkan untuk program peningkatan kesejahteraan rakyat dalam bidang pendidikan, kesehatan maupun program pemberdayaan lainnya sehingga kebutuhan dasar masyarakat bisa terpenuhi.

Dalam bidang pertanian, pasangan ini bertekad mengembangkan tanaman hortikulura khas Maluku yang sudah dikenal bangsa Eropa sejak zaman penjelajahan samudera sebagai daerah penghasil rempah-rempah seperti cengkih dan pala.

"Hampir delapan tahun saya menjadi Bupati Seram Bagian Timur (SBT) dan tanaman pala yang dikembangkan sudah mencapai 2,3 juta pohon. Jadi kalau terpilih sebagai Gubernur dan Wagub Maluku periode lima tahun ke depan juga akan mengembangkan tanaman hortikultura ini pada seluruh wilayah Maluku yang dianggap cocok," katanya.

Untuk kawasan yang tergolong lahan tidur dan tandus di 11 kabupaten/kota akan diisi dengan tanaman kenari dan kemiri agar pohonnya bisa menjadi paru-paru dunia, serta buahnya bisa diolah masyarakat untuk menghasilkan uang.

Selain program pemberian insensif bagi sleuruh tokoh agama yang berperan membina masyarakat, pasangan damai juga akan membuat program PNPM mandiri yang sifatnya lokal dan menggunakan sumber dana APBD, yang anggarannya dikelola masyarakat.

"Proyek-proyek kecil yang melibatkan kontrakrtor selama ini akan diubah secara swakelola oleh masyarakat agar perputaran uang bisa terjadi di kampung-kampung karena mereka akan mengelolanya sendiri, mengerjakan dan merawatnya secara baik dan tertanggungjawab," katanya.

Sementara Cawagub Marthin Jonas Maspaitella dalam orasinya mengatakan akan menjalankan program penataan birokasi pemerintahan yang lebih baik, aman dan damai, meningkatkan pembangunan kesejahteraan masyarakat serta membuka akses pelayanan publik yang lebih besar.

"Tingkat kemiskinan masyarakat Maluku yang masuk kategori terendah ketiga di Indonesia ini terjadi secara terstruktur sehingga perlu dibenahi dengan memberdayakan masyarakat lewat berbagai program yang nyata dan berkesinambungan, sehingga perputaran uang juga bisa dirasakan di setiap dusun, kampung dan desa atau negeri," katanya.

Potensi sumberdaya manusia dari kalangan akademisi juga akan dirangkul untuk sama-sama merumuskan berbagai program kebijakan yang mensejahterakan masyarakat dan memajukan daeerah ini agar bisa keluar dari garis kemiskinan.

Pewarta: Daniel Leonard
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026