Kabag Humas dan Protokoler Pemkot Ternate Thamrin Marsaoly di Ternate, Selasa mengatakan sejumlah fasilitas seperti talud di Kali Mati sepanjang Marikurubu hingga kawasan Salahuddin rusak parah akibat diterjang banjir.
Menurut dia, rusaknya talud sepanjang ratusan meter dari Salahuddin hingga kawasan Batuanteru dikhawatirkan mengancam keselamatan warga setempat jika hujan deras kembali turun dan mengakibatkan banjir.
Kabag Humas mengatakan, dari peninjauan di sejumlah titik rawan banjir di Kota Ternate, kawasan Salahuddin dan Batuanteru yang taludnya mengalami kerusakan akan dibenahi, sambil menunggu inventarisasi kerusakan yang terjadi akibat terjangan banjir dan ditaksir nilai kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
"Oleh karena itu, kami telah meminta kepada warga yang berada di sekitar Kali Mati untuk tetap waspada, jika ada hujan deras diminta untuk segera mengungsi ke tempat aman, untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan bersama," ujarnya.
Kerusakan serupa, kata Thamrin, juga terjadi di talud sepanjang Kelurahan Bastiong, menyusul ambruknya talud penahan ombak sekitar 60 meter.
Akibatnya, gelombang laut mengikis timbunan tanah hingga mendekati jalan di kawasan pelabuhan fery, sehingga kalau dibiarkan dikhawatirkan akan mengancam keselamatan warga yang mendiami pantai di sekitar kawasan Bastiong.
Akibat cuaca buruk tersebut, kapal patroli milik Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan Ternate, Senin mengevakuasi 100 penumpang dua speedboat yang mogok dalam pelayaran dari Jailolo, Halmahera Barat tujuan Ternate, Senin.
Kepala Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan Ternate, Takwim Masuku mengatakan dua speedboat yang mogok di perairan antara Jailolo-Ternate akibat cuaca buruk dan kemudian langsung memberangkatkan kapal patroli ke lokasi.
Sebanyak 100 penumpang kedua speedboat tersebut berhasil dievakuasi ke atas kapal patrol dan kemudian diantar ke Ternate, begitu pula dua speedboat yang mogok berhasil ditarik ke Ternate.
Ia mengatakan, perairan di Ternate dan sekitarnya saat ini diliputi cuaca buruk, sehingga pihaknya sejak pukul 09.00 Wit menghentikan semua aktivitas pelayaran dari Ternate ke seluruh tujuan, baik jarak dekat maupun jarak jauh.
Penghentian aktivitas pelayaran tersebut hingga Senin Siang belum dicabut, karena hujan deras disertai angin kencang masih menyelimuti wilayah Ternate, begitu pula ketinggian gelombang bisa membahayakan kapal, terutama yang berukuran kecil.
Ia menambahkan, pihaknya telah menghubungi petugas pelabuhan di daerah lainya di Malut agar untuk sementara tidak mengizinkan kapal, terutama yang berukuran kecil untuk berlayar menuju Ternate karena kondisi gelombang di sekitar wilayah Ternate masih berbahaya.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.