"Selain berhasil membangun berbagai infrastruktur laut dan darat, kami juga telah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya di Ternate, Selasa.
Gubernur menilai keberhasilan itu telah dinikmati seluruh komunitas masyarakat Malut saat ini yang dimulai dari bagaimana meletakan dasar pembangunan hingga pembenahan perekonomian masyarakat, begitupun dengan penyediaan seluruh fasilitas transpotasi.
Gubernur mengatakan bila ada yang menilai dirinya belum berbuat apa-apa untuk Malut, maka hal tersebut hanyalah prilaku sinis semata.
"Masyarakat sudah menikmati itu semua, cuma orang-orang yang tak senang dengan saya, padahal tidak melihat bagaimana ekonomi masyarakat meningkat, prasarana transpotasi darat yang sudah bisa dilalui mobil sendiri," ujarnya.
Bahkan, pelabuhan fery dan jembatan rakyat hampir di semua wilayah ada yang dulunya laut merupakan hambatan tetapi sekarang laut sudah jadi pemersatu, katanya menambahkan.
Ia juga menyebutkan terdapat investasi di setiap bandara yang ada di Malut bahkan sudah hampir Rp100 triliun.
"Misalnya Hamlahera Utara dan Morotai itu sudah menjangkau suatu kawasan ekonomi khusus, jalan nasional yang tadinya hanya 400 km sekarang sudah menjadi 1.650 km, ini tentu semuanya melalui suatu upaya keras," ujarnya.
Ia mengatakan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), dulu hanya Rp15 miliar tetapi sekarang mencapai Rp100 miliar lebih. Sedangkan DAU (Dana Alokasi Umum) yang dulunya Rp600 sampai Rp700 miliar sekarang sudah Rp1 triliun lebih.
"Itu kan satu peningkatan yang tidak mudah dengan kemampuan PAD kita yang sangat kecil," ujarnya.
Jadi harus diakui kalau ekonomi rakyat menengah kita ini bertumbuh sangat cepat. Inflasi kita di bawah rata-rata nasional, pertumbuhan di atas rata-rata nasional, itu kan hal-hal positif yang tidak bsia disangkali, ujarnya.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.