"Laju pertumbuhan ekonomi Maluku meningkat baik pertumbuhan secara tahunan maupun secara triwulanan. Sehingga secara keseluruhan sepanjang tahun 2013, ekonomi Provinsi Maluku tumbuh positif walaupun dengan laju yang lebih melambat dibandingkan pertumbuhan tahun 2012," kata Ocky di Ambon, Jumat.
Ia mengungkapkan dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi yang ditunjang oleh komponen konsumsi rumah tangga sebesar 71,56 persen, konsumsi pemerintah 28,55 persen, dan ekspor 12,87 persen.
Sedangkan dari sisi penawaran, pertumbuhan ekonomi ditunjang oleh tiga sektor utama, yakni sektor pertanian dengan kontribusi sebesar 29,69 persen, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (PHR) 26,10 persen dan sektor jasa 19,59 persen.
"Salah satu faktor yang turut berperan adalah faktor cuaca yang relatif baik dari bulan Oktober hingga Desember 2013 sehingga aktivitas pertanian, perkebunan dan perikanan dapat berjalan dengan baik," katanya.
Selain itu, lanjut dia bahwa permintaan domestik juga meningkat menghadapi beberapa perayaan hari besar, seperti Idul Adha 1434 H, Tahun Baru Hijriyah 1435 H, Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2014.
"Momentum hari-hari besar baik yang bersifat keagamaan maupun nasional, turut berkontribusi mendorong pertumbuhan pada sektor PHR," ujar Ocky.
Sejalan dengan itu, lanjutnya, realisasi belanja pemerintah daerah juga meningkat pada akhir tahun, termasuk akselerasi pengerjaan proyek-proyek pemerintah yang bersifat multi-years dan infrastruktur dasar menjadi faktor pendorong sektor jasa tumbuh tinggi.
Ditambah dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah putaran kedua pada bulan Desember 2013.
Pada triwulan IV- 2013, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Maluku Atas Dasar Harga Konstan tahun 2000 mencapai Rp1,36 triliun atau tumbuh sebesar 9,81 persen (y.o.y), lebih tinggi daripada perkiraan sebelumnya sebesar 6,50-7,50 persen (y.o.y).
Sedangkan, PDRB Provinsi Maluku atas dasar harga berlaku mencatatkan nominal Rp3,66 triliun atau tumbuh sebesar 8,61 persen (y.o.y), menurun dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh hingga 15,85 persen (y.o.y).
"Dilihat dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku secara tahunan sebagian besar didorong oleh komponen konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah," katanya.
Ia mengatakan pertumbuhan perekonomian Maluku juga selaras dengan dengan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dialkukan oleh Bank Indonesia. Yaitu kapasitas produksi terpakai perekonomian Maluku mencapai 58,07 persen, sedangkan kapasitas produksi normalnya sebesar 59,10 persen.
"Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor produksi telah dipergunakan secara efisien mendekati kapasitas produksi normal (full capacity utilisation) untuk menghasilkan output perekonomian Maluku. Permintaan yang tinggi disertai dengan pemakaian kapasitas produksi yang tinggi mampu mendorong perekonomian daerah ini," ujar Ocky.
Pewarta: Finus: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.