"Para pemuda di tanah air harus cerdas dalam menentukan pilihan politiknya. Jangan asal memilih, tetapi harus rasional dan cerdas dalam menyalurkan aspirasi politiknya," kata Akbar Zulfakar, di Masohi, ibu kota kabupaten Maluku Tengah, Jumat.
Akbar yang berkunjung ke Masohi dalam rangka melantik pengurus DPD KNPI Maluku Tengah menegaskan, generasi muda memiliki peran dan tanggung jawab besar menghadapi Pemilu 2014, terutama mewujudkan proses demokrasi yang berkualitas serta terukur.
Karena itu, generasi muda di seluruh tanah air harus menyiapkan diri untuk terlibat secara langsung dalam proses politik di tanah air, baik sebagai calon anggota legislatif (caleg) maupun pemilih yang cerdas.
Generasi muda yang menjadi caleg dituntut untuk menunjukkan jati diri sebagai calon wakil rakyat maupun pemimpin bangsa yang berkualitas.
"Jika hanya menjadi caleg karena ikut-ikutan serta iming-iming kekuasaan dan mengabaikan kualitas diri, sebaiknya tidak usah menjadi caleg," ujarnya.
Caleg dari unsur pemuda juga dituntut melakukan kontrak politik dengan konstituennya serta masyarakat, di mana jika terpilih harus dapat mempertanggung jawabkan janji politiknya.
Akbar menegaskan sebagai bagian dari elemen bangsa dengan khazanah sejarahnya sejak angkatan 1908 hingga 1998, pemuda menjadi modal utama dalam menentukan keberhasilan pembangunan di tanah air, termasuk di bidang politik.
"Saat ini saja tercatat 75 persen hingga 80 persen caleg di berbagai daerah dan di berbagai tingkatan baik DPR-RI, DPR provinsi serta kabupaten-kota berasal dari unsur generasi muda. Ini potensi yang perlu dimanfaatkan optimal untuk membangun bangsa Indonesia yang lebih maju, bermartabat dan berkeadilan," katanya.
Dia juga mengimbau generasi muda untuk menjadi pelopor dalam memberikan pendidikan politik yang berkualitas dan bermartabat bagi masyarakat.
"Pemuda harus memberikan pendidikan politik yang benar kepada masyarakat, sehingga tidak mudah dibodohi dalam menentukan aspirasi politiknya pada Pemilu 9 April mendatang," ujarnya.
Pewarta: James F. Ayal: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.