Lomba layar internasional Darwin (Australia Utara) - Ambon, Provinsi Maluku, siap digelar dengan lokasi start dari Darwin 24 Juli mendatang, kata Koordinator Lomba, Hellen de Lima.
"Semua persiapan baik di Darwin maupun Ambon sudah rampung dan pelepasan peserta akan dilakukan bersamaan dengan kapal layar peserta yang ikut berpartisipasi pada kegiatan pelayaran internasional Sail Banda 2010," ujar de Lima saat dikonfirmasi ANTARA di Ambon, Selasa.
Menurutnya, pelepasan peserta dua event pelayaran internasional dan bergengsi itu dilakukan di dua lokasi dan waktu berbeda.
Hellen mengatakan dirinya akan berangkat ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata untuk mematangkan kegiatan lomba berjarak tempuh 600 mil laut itu.
"Saya hari ini (Selasa-red) berangkat ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, kemudian bersama-sama Dirjen Destinasi Pariwisata, Firmansyah Rahim berangkat menuju Darwin," katanya.
Selama di Darwin, Hellen bersama Dirjen Destinasi Pariwisata, Firmansyah Rahimakan, akan berkoordinasi dengan Pemerintah dan Wali Kota Darwin (Australia Utara) Graent Sayer serta Ketua Dinah Beach Cruising Yacht Association (DBCYA) Wayne Huxley sebagai penanggung jawab lomba di Darwin.
Menyangkut pengurusan dokumen imigrasi para peserta, de Lima mengatakan, akan menerapkan pelayanan satu pintu dan semuanya dilakukan saat peserta mencapai finish di pantai Desa amahusu.
Dia menambahkan, Wali Kota Ambon, Jopi Papilaja tidak menghadiri pelepasan peserta di Darwin dan akan menyambut para peserta yang diperkirakan finish di pantai Desa amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon pada 26 Juli petang.
Sedangkan Wali Kota Darwin (Australia Utara) Graent Sayer, selain akan menghadiri pelepasan peserta juga akan berkunjung ke Maluku untuk menghadiri malam presentasi lomba layar internasional yang digelar sebagai tindak lanjut kerjasama kota bersaudara (Sister City) Darwin-Ambon yang sudah dilakukan sejak tahun 1976.
"Graent Sayer sudah menyatakan kesediaan menghadiri malam presentasi lomba yang akan berlangsung di Ambon, 27 Juli mendatang, sekaligus bersilaturachmi dan melakukan pertemuan dengan Wali Kota dan pejabat Pemkot Ambon," katanya.
Wali Kota Darwin bersama isteri dan sejumlah pejabat dijadwalkan akan tiba di Ambon dengan menggunakan pesawat khusus yang disewa perusahaan mutiara terbesar di Darwin, Paspaley Pearl untuk menyaksikan langsung presentasi sekaligus penyerahan hadiah kepada para pemenang.
Lomba layar Darwin-Ambon tahun ini diikuti 17 perahu peserta dari lima negara, terbanyak Australia. Peserta lainnya berasal dari Filipina, Inggris, Finlandia dan Amerika Serikat. Mereka akan memerebutkan trophy Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI dan bonus uang tunai Rp50 juta.
Lomba layar internasional ini juga bertujuan memromosikan kondisi keamanan serta potensi pariwisata di Kota Ambon dan provinsi Maluku pada umumnya.
Sejak 1976
Perlombaan perahu layar dari Darwin ke Ambon awalnya diselenggarakan Cruising Yacht Association of the Northern Territory Incorporated (CYANT). Asosiasi itu menyelenggarakannya tiap tahun mulai 1976 hingga 1998, sebelum "terhenti sementara" karena masalah keamanan dan keselamatan akibat konflik horisontal di Maluku.
Pada perkembangannya jumlah peserta semakin bertambah.
Pada 1999 jumlah peserta mencapai 100 kapal, tetapi pelaksanaan dibatalkan akibat ketidakstabilan keamanan di Ambon
Lomba dihidupkan kembali dan diawali dengan kunjungan perwakilan dari Ambon ke Darwin pada April 2006 dengan mengusung misi memulai kembali pelaksanaan kegiatan perlombaan. Selama masa kunjungan, pendekatan dilakukan kepada Dinah Beach Cruising Yacht Association Incorporated (DBCYA).
Asosiasi itu menunjukkan ketertarikan dengan menyaratkan situasi Ambon sudah dinyatakan aman. Ketika delegasi DBCYA dikirimkan ke Ambon dan memastikan situasi aman serta siap menyambut pelayaran internasional tahun 2006 hingga 2009 lalu.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.