Kepolisian Daerah Maluku kembali mengirimkan satu peleton pasukan Samapta ke Kabupaten Seram Bagian Timur untuk menambah kekuatan aparat dalam menjaga stabilitas keamanan di daerah itu akibat terjadinya pembakaran gedung-gedung. "Penambahan pasukan yang dipimpin langsung Direktur Samapta Polda Maluku ini dimaksudkan untuk mengeliminasi( mengendalikan, red)  meluasnya aksi pembakaran gedung kantor pemerintah maupun rumah penduduk," kata Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Johanes Huwae di Ambon, Rabu. Sebelumnya, Polda Maluku juga telah mengirimkan pasukan Brimob untuk menambah kekuatan personil Polres Kabupaten SBT dalam mengamankan pelaksanaan Pilkada 7 Juli 2010. Menurut AKBP Johanes Huwae, kebijakan Polda menambah pasukan Samapta terkait aksi kekerasan yang dilakukan warga pendukung salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati yang melakukan pembakaran gedung kantor DPRD, kantor camat dan sejumlah rumah hari Selasa (20/7). "Aksi kekerasan ini masih berlanjut sampai Rabu dinihari, karena warga membakar sebuah penginapan di Bula, Ibu Kota Kabupaten SBT sehingga peristiwa ini mengakibatkan sedikitnya dua orang  menderita luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Bula," katanya. Namun situasi keamanan  sudah terkendali, meskipun aktivitas warga belum berjalan secara normal. "Kami juga mendapat laporan untuk sementara polisi menahan enam orang tersangka yang terlibat langsung dalam aksi pembakaran untuk dimintai keterangan mereka," katanya. Kisruh Pilkada Kabupaten SBT bermula dari sikap Ketua KPU setempat yang belum melakukan rapat pleno penetapan pasangan calon bupati dan wabup periode 2010 - 2015 akibat adanya dugaan penggelembungan suara yang dilakukan Ketua PPK Gorom, Anakoda Rumakwey dari 11.727 suara menjadi 19.989 terhadap salah satu pasangan calon bupati-wabup.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026