Warga Batu Gantung Dalam, Kelurahan Kudamati diminta mewaspadai longsoran tanah dan batu saat terjadi hujan lebat guna menghindari jatuhnya korban jiwa. "Sejak Senin kemarin (19/7) terjadi hujan lebat sehingga mereka harus waspada atau mengungsi ke rumah keluarga di tempat lain agar bencana longsor tanggal 17 Juni 2010 yang menewaskan delapan orang tidak terulang," kata anggota DPRD Maluku, Melky Sairdekot di Ambon, Selasa. Apalagi kondisi pemukiman penduduk di kawasan itu cukup terjal sementara masih terdapat batu karang yang sewaktu-waktu bisa menjadi ancaman akibat longsor hingga menghancurkan rumah-rumah penduduk. Melky mengakatan, longsoran batu pertengahan Juni lalu yang menghancurkan sejumlah rumah penduduk menyebabkan sebagian warga mengungsi, tapi saat ini kebanyakan dari mereka sudah kembali menempati rumahnya. Kecuali untuk rumah penduduk yang hancur total atau mengalami kerusakan berat memang belum kembali. Izak Watwahan, salah satu warga Batugantung mengatakan, guyuran hujan lebat sejak Senin kemarin menyebabkan pohon tumbang dan menimpa rumahnya sekitar pukul 21:30 WIT. "Awalnya kami menyangka ada longsoran batu karang karena bunyinya sangat besar dan dalam hitungan detik telah menghantam kamar bagian depan, tapi saat diperiksa ternyata sebatang pohon yang tumbang," katanya. Watwahan mengaku trauma dengan bunyi gemuruh seperti itu karena rumah yang ditempatinya bersebelahan dengan rumah keluarga almarhum Paulus Noya bersama isteri, anak, menantu dan cucunya yang tewas tertimpa batu pada 17 Juni 2010.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026