Ternate (Antara Maluku) - Kabupaten Halmahera Timur atau Haltim Maluku Utara dijadikan sentra pengembangan budi daya bawang di Malut, karena daerah ini memiliki potensi lahan yang sangat cocok untuk tanaman itu.

Bupati Haltim Rudi Irawan mengatakan di Ternate, Senin, pengembangan budi daya bawang di daerahnya tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah kabupaten dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Malut, Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BPPTP) dan Dinas Pertanian provinsi ini.

Ia mengatakan, prakarsa awal untuk menjadikan Haltim sentra pengembangan budi daya bawang tersebut dari BI Perwakilan Malut setelah melihat tingginya ketergantungan provinsi ini pada produksi bawang dari daerah lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

Prakarsa BI Perwakilan Malut tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Pemkab Haltim, karena daerah ini memiliki potnsi lahan yang sangat luas dan cocok untuk pengembangan budi daya bawang putih di antaranya di wilayah Wasilei Timur.

Kepala BI Perwakilan Malut Boediono sebelumnya mengatakan, ketergantungan daerah ini pada produksi bawang dari provinsi lain seperti Jawa Timur dan Sulawesi Utara, guna memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, sering mengakibatkan lonjakan harga, terutama jika pasokan terlambat masuk sehingga sangat memmengaruhi angka inflasi.

Oleh karena itu, BI Perwakilan Malut melalui program bantuan sosial melaksanakan klaster pengembangan bawang bekerja sama dengan Pemkab Haltim dengan instansi terkait lainnya. Harapannya, daerah itu bisa memberi kontribusi pada pemenuhan kebutuhan bawang di Malut.

BI Perwakilan Malut telah menyiapkan berbagai langkah untuk menyukseskan program klaster pengembangan bawang di Haltim tersebut, di antaranya berupa pemberian bantuan pelatihan kepada para petani yang akan menjadikan lahannya lokasi pengemabangan budi daya bawang.

Ia menambahkan, kalau pengembangan budi daya bawang di Haltim itu berhasil diharapkan dapat diikuti pula oleh kabupaten lainnya di Malut yang memiliki potensi lahan yang cocok untuk tanaman itu, seperti Halmahera Tengah, Halmahera Utara dan Pulau Morotai.


Pewarta: La Ode Aminuddin
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026