"Akhirnya impian saya dapat terwujud," ujar Usye Soeharjono, pemegang izin untuk mengadakan acara di Trafalgar Square, yang menjadi salah satu obyek wisata kepada Antara London, Rabu.
Hallo Indonesia yang diubah menjadi "Hello London, This is Wonderful Indonesia" itu sedianya digelar akhir pekan mendatang (31/5).
Menurut Usye, keinginannya itu sudah muncul sejak tahun 2012, ketika London menjadi tuan rumah olimpiade.
"Sayangnya saat itu Trafaqar Square tidak bisa disewa karena digunakan untuk hitung mundur penyelenggaraan Olimpiade," ujar ibu tiga anak yang berangkat dewasa itu.
Pada saat ikut berpameran di Jakarta mempromosikan Wisma Indonesia, penginapan miliknya di daerah Colindale. London, Usye Soeharjono sempat berjumpa dengan Pangeran Andrew dan dengan spontan ia menyatakan keinginannya mempromosikan Indonesia di Trafalgar Square.
Gayung pun bersambut, dan dengan dukungan dari Duta Besar Inggris di Jakarta, Usye, putri dari penyiar radio BBC London itu pun mendapat jalan dan akhirnya mengantongi izin untuk menyelenggarakan acara di jantung kota London.
Dukungan juga diberikan KBRI London dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta beberapa sponsor lain termasuk Garuda Indonesia, Atase Perhubungan, dan First Travel (perusahaan umroh Indonesia yang mengembangkan sayapnya di UK), Bank Mandiri, Bank BNI, Museum Keramik Jakarta serta Perusahaan Gas Negara yang membiayai kerajinan Garut melalui Menko Perekonomian dan BKPM.
Awalnya kelompok musik G Plak yang mengusung lagu lagu The Beatles bersedia mengisi acara, sayangnya mereka minta bayaran yang cukup pesat sementara acara promosi budaya Indonesia menjadi tanggung jawab bersama.
Wakil Direktur promosi pariwisata luar negeri khusus wilayah Eropa-Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif Agustini Rahayu mengatakan Promosi Wonderful Indonesia di Trafalgar Square, London meliputi Diseminasi informasi dan distribusi bahan promosi pariwisata Indonesia.
Selain itu juga promosi kuliner Nusantara melalui 30 ikon kuliner tradisional Indonesia (IKTI) , pertunjukan kesenian kolaborasi angklung Ikreasindo, violinist dari Putri Batik dan musik Sasando oleh Djitron Pah.
Permainan angklung interaktif dengan para pengunjung sekaligus angklung tersebut dibagikan sebagai souvenir, pemasangan poster dan digital display banner di beberapa stasiun tube London dan pemasangan iklan di media cetak business review dan Garuda Indonesia inflight magazine juga soft selling advertising di sosial media.
Untuk memberikan daya tarik event di lokasi kegiatan yang dikunjungi 50.000 orang perharinya dan puncak keramaian biasanya pada hari Sabtu tiap akhir pekan ini, memanfaatkan panggung terbuka berukuran total 10 x 15m yang akan diisi dengan pertunjukan sejak pukul 11.00 - 18.30.
Pertunjukan menampilkan Angklung interaktif, solo violinist dan batik show, Sasando musik, Gamelan Jawa yang dipentaskan oleh kelompok institusi seni dari Southbank Centre London serta penari ¿ penari seni tradisional-modern Indonesia lainnya.
Selain itu juga akan digelar tari kecak dengan mengajak pengunjung yang dipandu dosen Bali Sedana dan Barong Bangkal with Monkey oleh kelompok tari Lila Bhawa serta Jaipongan.
Usye juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Wamen Kemenparekraf Sapta Nirwandar, yang banyak membantu dan mewujudkan impiannya itu.
Pewarta: Zeynita Gibbons: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.