"Kenaikan ini disebabkan perubahan indeks yang diterima petani sebesar 1,19 persen, lebih tinggi dibanding perubahan indeks yang dibayarkan sebesar 0,67 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik Maluku, Diah Utami di Ambon, Jumat.
Capaian NTP tertinggi Bulan Juli terjadi di sub sektor hortikultura sebesar 108,86, sedangkan NTP terendah terjadi pada sub sektor tanaman pangan 94,92.
NTP Maluku Juli 2014 mengalami kenaikan tertinggi pada sub sektor perikanan sebesar 1,74 persen yang disumbangkan oleh kelompok perikanan tangkap dan kelompok perikanan budidaya masing-masing sebesar 1,93 persen dan 0,83 persen.
Kemudian untuk inflasi perdesaan di Provinsi Maluku pada Bulan Juli sebesar 0,78 persen yang dipengaruhi fluktuasi harga di beberapa kelompok pengeluaran, terutama disebabkan oleh naiknya indeks pada kelompok sandang sebesar 2,24 persen.
Sementara untuk kelompok transportasi masih tetap menduduki urutan tertinggi kelompok pengeluaran petani untuk ongkos produksi yaitu sebesar 112,89.
"Sedangkan peningkatan pengeluaran yang tertinggi terjadi di kelompok obat-obatan dan pupuk sebesar 0,63 persen," katanya.
Khusus untuk Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinvi Maluku Bulan Juli tercatat sebesar 110,06 atau naik 0,89 persen dibanding Juni 2014 sebesar 109,10.
NTUP tertinggi pada Bulan Juli 2014 terjadi pada sub sektor hortikultura sebesar 119,16 dan terendah adalah sub sektor tanaman pangan sebesar 104,69.
Pewarta: Daniel Leonard: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.