"Besarnya nilai defisit tersebut disebabkan tidak berimbangnya nilai ekspor yang hanya sebesar 9,73 dolar dengan nilai impor mencapai 24,75 juta dolar," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku, Diah Utami di Ambon, Senin.
Sama halnya dengan neraca perdagangan Maluku periode Januari-Juni tahun ini yang juga mengalami defisit 132,61 juta dolar.
Defisit terbesar neraca perdagangan luar negeri Maluku pada Bulan Juni berasal dari kegiatan transaksi ekspor impor dengan negara Singapura yang mencapai 195,09 juta dolar.
Aktivitas impor Maluku periode Januari-Juni 2014 sangat bergantung pada komoditi-komoditi impor dari negara Asean yang nilainya mencapai 97,95 persen dari total nilai impor Maluku.
Makin besarnya nilai defisit ini, kata Diah Utami, akibat kegiatan impor bahan bakar mineral dari Singapura setiap bulan yang tidak diimbangi dengan kegiatan ekspor minyak mentah asal daerah ini.
Pewarta: Daniel Leonard: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.