Ternate (Antara Maluku) - Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut), mencatat pada Oktober 2014 Kota Ternate mengalami inflasi 0,96 persen.

"Hal ini berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Malut pada pasar tradisional dan pasar modern di wilayah Kota Ternate, bulan Oktober 2014 terjadi inflasi 0,96 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 117,01 pada September 2014, menjadi 118,13 pada Oktober 2014," kata Kepala BPS Malut, Habibullah di Ternate, Senin.

Ia mengatakan, tingkat inflasi tahun kalender Januari - Oktober 2014 dan tingkat inflasi year on year Oktober 2014 terhadap Oktober masing-masing sebesar 5,61 persen dan 5,86 persen.

Menurut dia, pada Oktober 2014, enam kelompok pengeluaran mengalami inflasi dan satu kelompok pengeluaran stabil. Adapun perubahan indeks harga konsumen (IHK) masing-masing kelompok pengeluaran tersebut adalah sebagai berikut kelompok bahan makanan 3,30 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,00 persen.

Begitu pula, untuk kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,40 persen, kelompok sandang 1,12 persen, kelompok kesehatan 1,29 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,13 persen, serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,05 persen.

"Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Oktober 2014 antara lain daging ayam ras, malalugis/sorihi, cakalang, kembung/gembung, selar/tude, lolosi, tongkol, cakalang asap, salak, tarif listrik dan bahan bakar rumah tangga. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah: ekor kuning, jeruk, bawang merah, cabai rawit, cat kayu/cat besi, baju muslim pria, celana pendek pria, kaos dalam/singlet pria, sepatu pria dan celana panjang jeans wanita," katanya.

Ia mengatakan, sedangkan secara nasional mengalami Inflasi sebesar 0,47 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 114,42. Dari 82 kota IHK, 74 kota mengalami inflasi dimana Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual 2,18 persen dan Kota Manado 1,42 persen. Sedangkan 8 kota mengalami deflasi dimana Deflasi tertinggi terjadi di Kota Sorong 1,08 persen dan Kota Pangkal Pinang 0,68 persen.

"Menurut inflasi tahun kalender, inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan 7,90 persen dan Kota Tarakan 7,36 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Gorontalo 1,31 persen dan Kota Maumere 1,32 persen," katanya.

Dari 18 kota di Kawasan Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua, 17 kota mengalami Inflasi dimana Inflasitertinggi terjadi di Kota Tual 2,18 persen dan Kota Manado 1,42 persen. Sedangkan hanya kota Sorong yang mengalami Deflasi yaitu sebesar 1,08 persen.


Pewarta: Abdul Fatah
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026