Kepala BLH Sofyan Wahab, di Kota Ternate, Selasa mengatakan, target mempertahankan gelar ke sembilan kalinya sebagai penerima penghargaan piala adipura, bahkan jika memungkinkan Ternate harus menyabet piala adipura kencana.
"Keputusan pada rapat yang digelar di Makassar menyatakan bahwa format penilaian piala Adipura tahap satu ini jauh berbeda dengan penilaian sebelumnya, maka membutuhkan peran aktif dari semua elemen, terutama instansi terkait yang berhubungan langsung dengan penataan wajah Kota Ternate," katanya.
Walaupun BLH sebagai ujung tombak, tapi bukan berarti dia yang bekerja sendiri, akan tetapi harus ada kerja sama dari semua pihak, terutama instansi terkait.
Menurut dia, yang menjadi kendala saat ini adalah pada penataan kawasan yang dijadikan sebagai pusat aktivitas jual beli batu bacan yang berada di tapak III, kawasan itu yang saat ini sedang dipikirkan bagaimana cara menatanya.
"Kita juga belum tahu, apakah mereka berjualan itu diberikan izin dari rumah putih (pihak kesultanan-red) ataukah dari mana, kalau izinnya diberikan langsung oleh rumah putih maka kami hanya tinggal menatanya saja, seperti mengubah warnanya atau seperti apa, itu yang saat ini dicarikan solusi, karena kalau mau dipindahkan juga itu salah-salah," katanya.
Selain itu, persoalan kedua yang saat ini sedang ditata yakni pada pasar tradisional percontohan bahari berkesan yang saat ini proses pembangunannya belum selesai dibangun, tetapi berdasarkan hasil rapat di Makassar pekan lalu, hal itu bisa diatasi dengan cara menertibkan dan membersihkan sisa-sisa material yang berhamburan di jalan raya, dan akan dilaksanakan menjelang penilaian nanti.
Sementara permasalahan lainnya, itu sudah dipecahkan masing-masing instansi, kalau yang lain itu sudah dibahas bersama masing-masing instansi terkait dan untuk titik penilaian nanti akan dilakukan di 90 titik, dan yang paling utama adalah Pasar dan Terminal, jadi setelah turun dari pesawat, tim langsung melakukan penilaian di sepanjang titik-titik itu.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.