Ternate (Antara Maluku) - Polres Ternate, Maluku Utara (Malut), berencana meluncurkan sebuah program kemasyarakatan yang dikemas dalam kegiatan bercerita dengan tujuan penanganan potensi konflik sosial di kalangan masyarakat.

"Hal ini di lakukan Polres Ternate menyusul dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir di tahun 2014 ini, tercatat sering terjadi perkelahian antar-pemuda yang salah satu penyebabnya adalah miras," kata Kapolres Ternate, AKBP Anis Prasetyo di Ternate, Sabtu.

Ia mengatakan, seperti yang terjadi dalam sepekan terakhir di beberapa kelurahan, seperti Ubo-ubo, Toboko, Fitu, Gambesi, ini akibat adanya pesta, jelasnya ini pemicunya adalah miras.

"Maka dengan itu program ini bakal kita loncing, dengan harapan program ini dapat merangkul masyarakat sehingga hal-hal seperti ini bisa berkurang dan bahkan sampai tidak terjadi lagi," ujarnya.

Anis mengakui, pihaknya dalam penanganan miras yang kian beredar di kalangan masyarakat, di 77 kelurahan di Kota Ternate sudah ditempatkan sebanyak 52 persionil Babinkamtibmas, dimana satu personil bisa mengambilalih satu sampai dua kelurahan.

"Dalam hal penanganan miras di 77 kelurahan, polres sudah berikan 52 personil babinkamtibmas yang siap menindak jika terjadi hal-hal yang bersifat pelanggaran apa lagi miras.

Anis mengatakan, pihaknya bakal menempatkan sebanyak 3 perwira setiap polsek, dimana 3 perwira tersebut terdiri dari Kapolsek, wakapolsek dan satu kanit.

"Sehingga dengan harapan di Polsek-polsek yang ada terdapat anggota yang bisa diandalkan, tetapi, untuk jajaran kita juga tetap laksanakan pelatihan-pelatihan disiplin anggota itu disetiap hari rabu.Dan hari sabtu pelatihan fisik," katanya.

Selain itu, polres Ternate berencana bakal mengaktifkan kembali pembinaan kepramukaan satuan Sakabayangkara untuk tingkat pelajar dan Patroli Keamanan Sekolah yang nantinya akan dilatih langusng oleh stuan Lalulintas, hal ini dilakukan pihak Polres Ternate guna mengantisipasi secara dini kenakalan remaja.

Pewarta: Abdul Fatah
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026