"Sejak tahun 2012, sudah terjadi empat kali kasus penembakan warga oleh orang tak dikenal (OTK) namun sampai sekarang tidak satu pun tersangka yang berhasil diidentifikasi dan diseret ke pengadilan," kata Luthfi di Ambon, Rabu.
Pernyataan Luthfi disampaikan dalam rapat dengar pendapat pipinan DPRD dan Komisi A dengan Polda Maluku, Kodam XVI/Pattimura, Dandim 1504 Binaya serta Polres Pulau Ambon.
Namun Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Meris Wiryadi, Kapolda Brigjen Polisi Murad Ismail dan Kapolres Pulau Ambon Komarus Saman sedang berada di Jakarta.
Sehingga Pangdam diwakili Asintel Kodam, Letkol Inf Asep Abdurahman, Dir Intelkam Polda Maluku Kombes Pol Tommy Napitupulu, Dandim 1504 Binaya Letkol inf Indarmawan dan Wakapolres Pulau Ambon Kompol Hendrik Bahalwan.
Menurut Luthfi, empat insiden penembakan ini dimulai pada bulan November 2012 yang menewaskan Julius Patti, warga Siri Sori Amalatu yang saat itu sedang memanen bunga cengkih di hutan.
Insiden penembakan lainnya menimpa seorang warga Desa Tuhaha bernama Salmon Paliama (65), kemudian tanggal 16 Januari 2014 terjadi peristiwa serupa yang menewaskan Salmon Paliama dan berlanjut dengan penembakan tanggal 6 Januari 2015 yang mengakibatkan Rafsanjani Lestaluhu/Pelupessy tewas seketika.
Rafsanjani saat itu bersama ayahnya sedang memetik bunga cengkih di hutan dan lokasinya berdekatan dengan tertembaknya Julius Patti tahun 2012 yang saat itu juga sementara memanen bungan cengkih.
"Fakta membuktikan Polda dan Polres tidak serius menangani insiden penembakan di Saparua dan adanya penggunaan senjata organik serta peluru organik hingga menyebabkan warga sipil jadi korban," tegasnya.
Wakapolres Pulau Ambon dan PP Lease Kompol Hendrik Bahalwan mengatakan saat ini polisi telah memeriksa delapan orang saksi dan melakukan penyisiran atau sweeping di rumah warga.
"Kapolres telah melakukan rapat internal di Polres dan membentuk empat tim untuk diterjunkan ke Saparua termasuk meminta dukungan personel intel dan penyidik dari Polda Maluku," katanya.
Aparat keamanan bawah Kendali Operasi (BKO) yang bertugas di Saparua saat itu juga diinstruksikan melakukan penyekatan wilayah serta penyisiran terbatas.
Pewarta: Daniel Leonard: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.