"Sseminar internasional ini dijadwalkan berlangsung Bulan Oktober tahun 2016 di Kota Ambon dan akan diikuti peserta dari berbagai negara kepulauan," kata Ketua komisi A DPRD Maluku, Melki Frans di Ambon, Selasa.
Tim pelaksana seminar yang diketuai Prof. Simon Raharjo sudah terbentuk serta memulai aktivitas mereka dan persentase perencenaan kegiatannya cukup bagus.
Namun komisi A mengusulkan agar tim ini diangkat melalui sebuah surat keputusan resmi dari Gubernur Maluku sekaligus memperluas keanggotaannya.
Sehingga nantinya tim tersebut bukan saja berasal dari Fakultas Pertanian Unpatti, namun juga dari pakar Sosiologi, kelautan dan perikanan serta universitas swasta lainnya, NGO, maupun media masa yang dilibatkan.
"Target kita adalah setelah pelaksanaan kegiatan ini disinergikan dengan The Small Island Conference di Ambon tahun 2016, diharapkan Gubernur Maluku juga diundang berbicara di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)," ujar Melki Frans.
Setelah itu baru kongres small island developmend nation bisa dilaksanakan pada tahun 2017 di Provinsi Maluku.
Agenda ini juga sudah menjadi pembahasan resmi para duta besar RI di luar negeri, dan karenanya sangat rugi kalau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dan DPRD.
Sementara Dekan Fakultas Pertanian Unpatti, Prof. J. Mattinahoruw menjelaskan, pertemuan dengan komisi A sebenarnya merupakan lanjutan dari pertemuan beberapa kali dengan Gubernur Maluku untuk penyelenggaraan seminar internasional berkaitan dengan perubahan iklim dan pulau-pulau kecil.
"Pertemuan ini atas anjuran gubernur agar programnya bisa ada persamaan sehinga nanti dalam pembahasan anggaran itu bisa disetujui oleh legislatif," katanya.
Sebab rencana seminar internasional itu akan berlangsung pada tahun 2016 di Kota Ambon dan dari sekarang komisi A sudah anjurkan agar Tim juga perlu punya penelitian awal tahun ini untuk mendukung pelaksanaan seminar.
Selanjutnya nanti ada penyelenggaraan pertemuan kepala-kepala negara dari berbagai negara kepulauan dari seluruh dunia yang dijadwalkan berlangsung di Indonesia tetapi tempatnya nanti di Maluku pada tahun 2017.
Jadi ini merupakan suatu rangkaian kegiatan yang harus dibuat untuk suksesnya kegiatan dimaksud.
Seminar internasional itu akan dihadiri 200 peserta dari seluruh negara yang ikut bergabung untuk menyampaikan persoalan yang mereka tahu tentang bagaimana strategi membangun pulau-pulau kecil dalam kaitan dengan perubahan iklim.
Pewarta: Daniel Leonard: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.