Ambon (Antara Maluku) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku mengajak pelajar mendiskusikan bahaya dan dampak buruk narkoba dengan gencar menggelar grup diskusi terfokus (focus group discussion - FGD) di berbagai SMA di Kota Ambon sepanjang Februari 2015.

"Ini adalah bagian dari reorientasi program yang tetap mengacu pada strategi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan, Perdagangan Gelap Narkoba (P4GN)," kata Kepala BNN Maluku Benny Pattiasina di Ambon, Rabu.

Ia mengatakan berdasarkan survei tingkat penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Kesehatan (PUSLITKES) Universitas Indonesia (UI) pada 2013, menyatakan Maluku berada pada urutan ketiga se-Indonesia.

Guna menurunkannya, menurut Benny, FGD dinilai lebih efektif bagi para pelajar karena mereka tidak hanya sekadar mendengarkan sosialisasi bahaya dan dampak buruk penyalahgunaan narkoba dari BNN, tapi mendiskusikannya secara langsung dan berupaya mencari solusi yang tepat agar terhindar dari hal itu.

"Targetnya semua SMA, hingga minggu kemarin sudah enam sekolah yang kami kunjungi. Melalui FGD para pelajar akan lebih mudah memahami bahaya dan dampak narkoba seperti apa, kemudian mereka sendiri yang akan mendiskusikan apa yang seharusnya dilakukan untuk menghindarinya," katanya.

Ia mengatakan FGD tentang bahaya dan dampak buruk narkoba direncanakan tidak hanya akan digelar di SMA-SMA, tapi di berbagai instansi dan organisasi masyarakat hingga level terbawah selama tahun 2015.

Dalam dua minggu terakhir, kata dia, timnya telah menggelar kegiatan tersebut di beberapa instansi pemerintah, salah satunya Dinas Koperasi Provinsi Maluku.

"Kami melibatkan berbagai komponen masyarakat, biro kepegawaian di berbagai instansi hingga pada tingkat kelurahan. Ini dimaksudkan agar mereka juga paham konseksuensi seperti apa yang akan terjadi jika terlibat dalam penyalahgunaan narkoba," ucapnya.


Pewarta: Shariva Alaidrus
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026