"Capaian tunggakan tersebut dirasakan sangat mengganggu aktivitas perusahaan. Bahkan, bisa mengganggu biaya operasional," kata Kepala Pelayanan Penagihan PT PLN Cabang Ternate, Muhammad Husein di Ternate, Jumat.
Ia mengatakan, penunggakan pembayaran listrik itu terhitung sejak dua bulan terakhir dan untuk kerugian yang dialami PT PLN pada bulan Januari 2015 saja sudah mencapai Rp14 miliar.
Oleh karena itu, tegasnya, PT PLN Cabang Ternate intensif melakukan proses penagihan, bahkan ada juga petugas yang turun tapi semua belum terlaksa dengan baik.
"Kami juga terus melakukan upaya sosialisasi berupa kunjungan ke rumah-rumah maupun berupa spanduk agar masyarakat Kota Ternate punya kesadaran diri untuk membayar listrik," katanya.
Ia juga menyampaikan, saat ini ada program penggantian meter prabayar yang dipermudah dan PT PLN dapat mengontrol pemakaian agar tidak ada beban dan akurat.
Bahkan, saat ini jika para calon pelanggan yang ingin melakukan pemasangan listrik sudah diharuskan untuk menggunakan Prabayar dan hingga saat ini, jumlahnya masih sangat minim.
"Hingga saat ini jumlah pelanggan prabayar di Kota Ternate sebanyak 137 ribu dan ini diperkirakan akan terus bertambah," katanya.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.