Ambon (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku bersama tim Pusat Sejarah (Pusjarah) Mabes Polri memperkuat sinergisitas dalam upaya pengumpulan dan pelestarian data sejarah operasi kepolisian, khususnya yang berlangsung di wilayah Maluku.

“Saya minta rekan-rekan yang hadir bisa memberikan informasi atau data yang diketahui kepada tim. Ini penting untuk pengumpulan catatan sejarah tugas Polri, khususnya di Maluku,” kata Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Maluku Kombes Pol. Djemy Junaidi, di Ambon, Rabu.

Langkah ini ditandai dengan kunjungan kerja tim penggalian dan penelitian Pusjarah Polri ke Mapolda Maluku. Tim berjumlah lima orang itu diterima langsung oleh Karo SDM di ruang rapat utama Mapolda Maluku, Ambon.

Kombes Djemy menyambut baik kedatangan tim Pusjarah dan mengajak seluruh Kasubag Renmin di jajaran Polda Maluku untuk berperan aktif memberikan data serta informasi yang relevan guna mendukung misi dokumentasi sejarah Polri.

Ia juga meminta Kasubag Renmin Satuan Brimob agar menjalin komunikasi dengan para purnawirawan, guna melengkapi data sejarah dari masa ke masa.

Hal ini dianggap penting untuk menghasilkan dokumentasi yang valid dan komprehensif terkait kiprah Polri dalam berbagai operasi, termasuk pada masa-masa genting di wilayah Maluku.

Sementara itu, Ketua tim Pusjarah Polri Kombes Pol I Gede Dedi Ujiana menyampaikan apresiasi atas sambutan Polda Maluku. Ia menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang Pusjarah untuk menulis buku tentang perjalanan tugas Polri dari era Trikora tahun 1960-an hingga masa demokrasi saat ini.

“Kami harap bantuan dari Polda Maluku dapat melengkapi data lokal yang valid. Nantinya, data ini akan sangat berguna jika dibutuhkan oleh Mabes Polri atau Pusjarah,” kata Kombes Pol. Gede.

Menurutnya, peran Maluku dalam sejarah operasi Polri sangat signifikan, sehingga dokumentasi yang akurat dari wilayah ini menjadi krusial dalam penulisan sejarah institusi kepolisian secara nasional.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026