Daya listrik untuk menyuplai kebutuhan kegiatan Sail Banda yang puncaknya dijadwalkan di Ambon pada 3 Agustus 2010 terjamin. "Kami sudah lakukan evaluasi. Pada puncak acara Sail Banda nanti daya listrik tersedia 46 Mewa Watt, sedangkan beban puncak hanya 38 MW, masih ada sisa kelebihan delapan MW," kata General Maneger PT. PLN Maluku dan Maluku Utara, Nyoman Astawa, kepada ANTARA di Ambon, Selasa. Dia memastikan ketersediaan daya listrik 46 MW itu karena salah satu mesin di PLTD Poka, Teluk Ambon yang berkapasitas enam MW sedang diperbaiki dan dijadwalkan sudah bisa digunakan pada Juli mendatang. "Jadi rencana pengadaan mesin 25 MW yang diprioritaskan untuk menyukseskan Sail Banda sudah dapat diatasi," kata Astawa. Menurut dia, mesin 25 MW itu diperuntukkan untuk mendukung kelancaran pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap( PLTU) di Desa Waai, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah berkapasitas 30 MW. Tahapan pembebasan lahan seluas 23 hakter telah tuntas pada 12 Mei lalu dan proses tender pun sudah dilaksanakan, sehingga realisasi pembangunan PLTU Waai dapat diharapkan terlaksana dalam waktu dekat. Dia mengakui pemadaman yang terjadi dalam tiga hari terakhir ini disebabkan gangguan pada salah satu mesin di PLTD Hatiwe Kecil, Sirmau, Kota Ambon, tetapi sudah dapat diatasi. Dia juga mengimbau masyarakat mendukung PT.PLN (Persero) Maluku dan Maluku Utara maupun Cabang Ambon dalam upaya pemeliharaan jaringan, yang antara lain dilakukan dengan penebangan pohon di kawasan tertentu yang keberadaannya mengancam kabel listrik. "Sering terjadi petugas PLN disulitkan oleh sikap pemilik pohon yang enggan memangkasnya atau meminta biaya ganti rugi, sementara anggaran untuk itu tidak ada. Kami sangat berharap masyarakat memakluminya," katan Astawa. Kota Ambon dan sekitarnya sejak September 2009 hingga Maret 2010 mengalami krisis listrik sehingga ditempuh kebijakan pemadaman bergilir.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026