Ambon (Antara Maluku) - Gubernur Maluku Said Assagaff meminta Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal melakukan evaluasi terhadap peringatan perjuangan pahlawan nasional Thomas Matulessy yang bergelar Kapitan Pattimura, yang sejak tiga tahun terakhir dilaksanakan di Pulau Saparua.

"Saya sudah meminta Bupati Abua Tuasikal untuk mengevaluasi pelaksanaan peringatan Hari Pattimura di Saparua sejak tiga tahun terakhir," kata Gubernur Said seusai memimpin upacara tersebut, Jumat.

Peringatan perjuangan Kapitan Pattimura sejak puluhan tahun selalu dipusatkan di Lapangan Merdeka Kota Ambon secara meriah dan disaksikan ribuan orang dari berbagai daerah. Lapangan tersebut menjadi saksi sejarah Thomas Matulessy alias Kapitan Pattimura, dieksekusi mati oleh penjajah.

Tetapi sejak tahun 2013 upacara peringatannya dialihkan ke Pulau Saparua, menyusul bentrokan yang terjadi saat arak-arakan obor Pattimura pada 15 Mei 2012.

Saat ini, menurut Gubernur Said, situasi Kota Ambon sudah sangat aman sehingga peringatannya bisa dirayakan kembali di ibu kota provinsi Maluku tersebut, guna menggugah dan menggelorakan semangat patriotisme generasi muda di daerah ini untuk berjuang dan bekerja keras mengisi pembangunan di Maluku.

"Situasi dan suasana Kota Ambon sangat aman. Karena itu direncanakan peringatan Hari Pattimura tahun 2016 akan dilakukan di Ambon," ujarnya.

Said menegaskan, hasil evaluasi Bupati Maluku Tengah bersama instansi teknis terkait pemprov Maluku akan sangat menentukan, jadi tidaknya peringatan perjuangan pahlawan nasional asal Maluku tersebut digelar kembali di Ambon.

Said menandaskan, peringatan Hari Pattimura tahun 2016 akan dikemas dengan apik dan meriah, sehingga tidak hanya bernuasa seremonial, tetapi menjadi salah satu daya tarik kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri ke Maluku.

Sedangkan di Pulau Saparua, tambah Gubernur Said, pihaknya merencanakan pembuatan monumen atau patung Pattimura dan dipasang pada Lapangan Merdeka yang letaknya berdekatan dengan benteng Duurstede sebagai saksi sejarah ganasnya perang Pattimura pada 14 Mei 1817.

"Pembuatan patung Pattimura di Pulau Saparua dapat memotivasi dan menggelorakan semangat warga di pulau penghasil pala dan cengkeh tersebut, terutama generasi muda untuk bekerja membangun daerahnya," katanya.

Pewarta: Jimmy Ayal
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026