"Pemerintah Kota telah memfasilitasi lokasi tersebut, tinggal bagaimana Dinas Pasar dan Dinas Koperasi memfasilitasi modal melalui Bank BPRS. Saya rasa pemerintah memfasilitasi itu, tinggal saja Dinas Pasar atau Dinas Koperasi memfasilitasi mereka melalui Bank BPRS untuk memberikan bantuan modal," ujarnya di Ternate, Rabu.
Karena, lanjutnya, kalau sudah bisa memfungsikan pasar yang ada ini berarti sudah jalan. Begitu kita resmikan kemudian difungsikan, yang kita khawatirkan itu pada masa lalu begitu pasar dibangun kemudian dibongkar, tapi tidak difungsikan.
Menurut dia, dengan kehadiran pasar Syariah ini, merupakan langkah awal pergerakan ekonomi di bagian selatan, karena ketika ada pasar di satu wilayah maka secara otomatis wilayah tersebut pasti berkembang.
"Diawal yang kita butuhkan yakni kebutuhan dasar masyarakat seperti jual ikan, jual sayur dan sembako. Saya lihat ini sangat puas, pasar ini dibangun tidak sia-sia dan sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, serta pedagang. Pasar ini akan berkembang, karena masyarakat dibagian selatan kalau memenuhi kebutuhannya tidak lagi membuang biaya jauh ke kota," katanya.
Selain infrastruktur pasar yang difasilitasi, Pemkot juga berencana untuk membangun sarana pelabuhan di Kawasan Selatan tepatnya di belakang pasar syariah.
"Kita akan membuat pelabuhan agar pedagang yang mempunyai hasil dari Moti, Makean sebagian ke sini dan ke Pasar Gamalama. Kita lihat apa dulu yang harus diprioritaskan, yang penting sekarang pasar sudah berfungsi," ujarnya.
Sementara untuk harga sembako sendiri, katanya, diarahkan agar harganya bisa bersaing, sembako ini harus pemasok dari petani, bahkan sembako pemasok tersebut harus ada koordinasi dengan Dipas, Dinas Koperasi, Disperindag dan pedagang agar harga bisa stabil dan lebih murah, sebab sistem syariah harus berbeda.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.