"Ini karena stok telur ke Morotai dilakukan empat kali dalam satu bulan, Jadi kami pastikan masih bisa hingga minggu kedua Ramadan," kata salah seorang distributor telur di Morotai, Jainudin saat dihubungi dari Ternate, Selasa.
Dia mengungkapkan, dalam satu kali pengiriman dari Surabaya ke Morotai, dia mendapat sebanyak 200 ikat dengan jumlah 16 ribu rak, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Daruba.
"Minggu depan stok telur akan masuk lagi. Kalau yang ada sekarang ini bisa saja habis sebelum puasa, tetapi kita tidak khawatir, sebab minggu depan kiriman dari Manado dan Surabaya akan datang," katanya.
Ditanyakan tentang harga telur di Daruba, Jainudin mengatakan masih tergolong murah meskipun dijual per butir Rp2.000 atau Rp5.000 untuk tiga butir, sedangkan per rak Rp 48.000.
"Untuk telur ini, bisa saja akan naik tapi belum tahu berapa persen dan kapan akan naik," katanya.
Selain telur, Jainudin menyatakan stok daging ayam potong juga dipastikan aman.
Sekarang ini, harga daging ayam potong per kg Rp 34.000 dan belum mengalami kenaikan.
Sementara sembako, katanya, bahan yang mengalami kenaikan adalah gula pasir. Dari harga sebelumnya Rp520.000 sampai Rp525.000 naik menjadi Rp640.000 per 50 kg.
Sedangkan Minyak Goreng Bimoli mengalami penurunan dari Rp220,000 menjadi Rp 215,000 per 20 kg.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.