"Setiap daging yang masuk Ternate kami periksa dengan ketat, tetapi sejauh ini belum menemukan daging yang mengandung formalin," kata Kepala Seksi Karantina Hewan, Balai Karantina Pertanian Ternate, Setyawan Pramularasih di Ternate, Jumat.
Dia menjamin pasokan daging yang masuk ke wilayah Maluku Utara bebas formalin, dan terus melakukan pengawasan stok yang masuk sehubungan naiknya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan.
"Untuk pasokan dilakukan setiap minggu dan pada saat menjelang Ramadan biasanya ada peningkatan hingga 20 persen. Tetapi kami menjamin kualitasnya tetap terjaga dan bebas formalin," katanya.
Menurut dia, pasokan daging berasal dari Surabaya dan Manado, dan berdasarkan pemeriksaan laboratorium belum ada daging yang mengandung bahan pengawet yang berbahaya.
Pasokan daging dalam satu bulan, kata Setyawan, bisa mencapai 300 ton, dan semua melalui pemeriksaan formalin, mikrobat, dan tingkat kebusukan.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.