Ternate (ANTARA) - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, pada Jumat siang mengalami kebakaran hebat.

"Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIT saat berlangsung pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dari mobil tangki ke tangki penampungan SPBU," kata Kapolres Halmahera Selatan AKBP Hendra Gunawan yang dihubungi dari Ternate, Jumat.

Ia menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian materiil cukup besar karena satu unit mobil tangki BBM hangus terbakar bersama fasilitas SPBU.

“Saat ini lokasi kejadian sudah dipasang garis polisi (police line) dan pelayanan sementara SPBU terganggu,” ujarnya.

Sementara, Kapolsek Pulau Makian Ipda Muhammad Baedawi saat dihubungi menambahkan peristiwa kebakaran itu diduga dipicu percikan api dari mesin mobil tangki yang tengah melakukan pengisian BBM.

"Api kemudian dengan cepat membesar dan melahap satu unit mobil tangki serta fasilitas SPBU yang berada di Desa Rabutdaio," ujarnya.

Dia mengatakan kobaran api itu baru bisa dipadamkan sekitar satu jam kemudian dengan peralatan seadanya. Proses pemadaman melibatkan warga sekitar yang berinisiatif membantu menggunakan pasir dan alat sederhana..

Menurut keterangan warga, kobaran api sempat menimbulkan kepanikan karena lokasi SPBU berada di sekitar pemukiman. Warga berbondong-bondong datang membantu dengan peralatan seadanya untuk mencegah api merembet lebih luas.

“Semua orang panik, tapi Alhamdulillah api bisa dikuasai setelah lebih dari satu jam,” ujar salah seorang warga, Nasrul yang ikut membantu pemadaman.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab utama kebakaran, termasuk apakah ada unsur kelalaian dalam prosedur pengisian BBM di SPBU tersebut.

Insiden ini juga berdampak pada ketersediaan BBM di Pulau Makian. Warga setempat berharap pemerintah daerah dan pihak Pertamina segera mengambil langkah darurat agar suplai BBM kembali normal.

 



Pewarta: Abdul Fatah
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026