Ternate (Antara Maluku) - Perum Bulog Ternate, Maluku Utara (Malut), akan menggelar operasi pasar pada hari ini sebagai tujuan agar dapat mensterilkan kondisi pasar, guna menekan tingginya harga sembako.

Kepala Bagian Layanan Publik Bulog, Abdul Malik di Ternate, Jumat mengatakan, untuk sekarang Bulog rencananya turun ke pasar itu, namun semuanya harus diatur dulu.

Sedangkan, untuk tingkat pengawasannya itu tergantung daya beli masarakat, jadi tidak ada batasan untuk pembelian dan jika ada kios tau tokah yang melakukan pembelian kemudian melakukan penjualan kembali maka pihak Bulog akan membatasi.

"Jika sudah melakukan pembelian di hari pertama dengan jumlah 5 ton dan kemudian mereka meminta lagi Perum Bulog tidak akan memberikan lagi dan untuk tingkat pengawasan kitaa kan memberi masa tenggang waktudan kita juga melakukan back-up dengan HET-nya bahwa tidak bisa menjual barang di atas harga yang telah ditentukan.

Sehingga, jika kedapatan maka akan ada sanksinya dan pihaknya akan intensif mengontrol aktivitas jual-beli, karena yang harus disepakati dan mereka harus bersedia melakukan penjualan dengan HET yang sudah ditentukan.

"Kita tidak bisa melakukan pemantauan ke lapangan secara langsung, maka dari itu kita hanya melakukan penegasan lewat pernyataan, jadi tingkat pembatasan yang melakukan penjualan tidak ada karena semua itu tergantung dari animo masyarakat itu sendiri," katanya.

Apalagi, tujuan operasi pasar inikan karena adanya kerawanan harga-harga kebutuhan komoditi lain sehingga kita dari bulog adakan operasi pasar agar dapat membaringi kondisi saat ini agar dapat mambantu masyarakat.

Oleh karena itu, Perum Bulog akan menggelar operasi pasar yang akan berlangsung selama empat hari kepada masyarakat dengan harga terjangkau.

"Kalau operasi di kantor sudah ada, terkendala dengan mobil operasional dan kondisi cuaca yang belum membaik, sehingga, operasi yang dilakukan dikantor ini karena faktor cuaca buruk, sehingga pihak Bulog inisiatif melakukan operasi di kantor, karena operasi ini merupakan instruksi langsung dari pusat," katanya.

Makanya, Perum Bulog langsung melakukan tindakan, karena jika ada perintah stop operasi, maka pemberhentian akan dilakukan, maka dari itu agar pemberian waktu operasi ini tidak disia-siakan, maka operasi masih dilakukan di kantor, namun, Perum Bulog juga merencanakan akan adakan operasi pasar pada (26/6) dan untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp8.100 per kg.

Pewarta: Abdul Fatah
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026