Malra (ANTARA) - Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, menegaskan pentingnya komitmen Pemerintah Daerah dalam menindaklanjuti setiap usulan pembangunan yang sudah diajukan ke Kementerian di Jakarta. 

Ia mengingatkan, tanpa komunikasi intensif, banyak proposal hanya akan menumpuk tanpa hasil.

"Untuk memastikan setiap usulan pembangunan tidak berhenti diatas kertas. Kita akan menyiapkan tim penghubung di jakarta. Sehingga bisa mengawal setiap proposal bantuan pusat,"ujar Bupati Thaher di Langgur. Kamis,(18/9).

Menurut Thaher, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa telah mengimbau seluruh Bupati dan Wali Kota agar tidak berdiam diri di daerah, melainkan aktif menjalin komunikasi dengan kementerian. 

“Kalau bisa, tugas-tugas lain diserahkan ke wakil bupati, sekda, atau staf. Kita harus rajin ke Jakarta agar follow up setiap usulan sehingga,  menjadi perhatian pemerintah pusat," katanya.

Bupati Thaher menyebut  sebagai contoh, usulan pembangunan di sektor kebencanaan yang kini menjadi salah satu prioritas nasional. 

Ia mengaku telah bertemu Kementerian PUPR bersama Gubernur dan para kepala daerah se-Maluku. Hasilnya, proposal dari Maluku Tenggara mendapat respons positif dan berpotensi mengucurkan bantuan senilai Rp60 miliar  hingga Rp120 miliar.

Untuk memastikan setiap usulan berjalan, Pemkab Malra akan menempatkan tim kecil di Jakarta sebagai penghubung. 

Tim ini bertugas mengawal proposal di bidang pertanian, perumahan, maupun kebencanaan hingga terealisasi. 

“Kalau kita tekuni, usulan tidak akan sia-sia,” tegas Thaher.

Selain fokus pada kebencanaan, Thaher juga menyinggung program pembangunan perumahan bersubsidi tipe 36 bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Targetnya, 400-500 unit rumah yang akan dibangun di Malra. 

"Pemerintah daerah akan menanggung pembebasan lahan, sementara masyarakat hanya dikenakan biaya ringan,"ungkap Bupati dua periode ini.

Khusus di wilayah Kei Besar, Thaher menekankan pentingnya pembebasan lahan untuk pembangunan kawasan perumahan dari Rumah Sakit Pratama Elat.

Ia meminta Dinas Kesehatan serta Dinas Pertanahan dan Perumahan segera menyiapkan langkah-langkah administratif agar proyek ini bisa segera berjalan.

Dihadapan jajaran SKPD, Thaher juga berpesan agar meninggalkan perbedaan internal dan fokus bekerja untuk kepentingan rakyat. 

“Pergantian posisi di eselon 2, 3, dan 4 itu hal biasa. Yang terpenting, mari kita bekerja tulus demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.


“Semoga setiap langkah pembangunan ini mendapat restu dari Tuhan dan leluhur. Mari bersama-sama kita wujudkan Maluku Tenggara yang lebih maju,”pungkasnya. (DS).



Pewarta: Rilis
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026