Ternate (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Maluku Utara (Malut) menyatakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Malut hingga Oktober 2025 mencapai Rp481,38 miliar untuk 8.405 debitur.
"Besarnya penyaluran KUR itu menegaskan peran strategis KUR di dalam perekonomian Malut," kata Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi Maluku Utara, Sakop di Ternate, Rabu.
Menurut dia, penyaluran KUR meski sudah besar, masih menghadapi kendala seperti ketimpangan aksesibilitas, rendahnya perekaman data calon debitur di aplikasi SIKP, dan belum meratanya penyaluran ke sektor produktif.
Karena itu untuk rekomendasi yang disampaikan DJb antara lain peningkatan sosialisasi kepada pelaku usaha, perluasan pembiayaan ke sektor pertanian dan perikanan, serta pelaksanaan bimbingan teknis Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) bagi operator pemerintah daerah.
Sekot mengatakan, khusus penyaluran kredit Ultra Mikro (UMi), realisasi hingga Oktober 2025 mencapai Rp2,19 miliar untuk 511 debitur, tumbuh 34 persen (yoy). Para debitur tersebar di Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Utara, dan Kota Ternate.
Namun, kata Sekot, tantangan utama UMi adalah minat calon debitur yang cenderung memilih KUR karena plafonnya lebih tinggi dan bunga lebih rendah, serta masih terbatasnya lembaga penyalur kredit UMi di Maluku Utara.
"Solusi yang direkomendasikan yaitu memperkuat sinergi antara lembaga penyalur dan pemerintah daerah, mendorong koperasi menjadi penyalur UMi, serta meningkatkan sosialisasi intensif di tingkat komunitas," ujarnya.
Pewarta: Abdul FatahEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026