Ambon (ANTARA) -
Kepolisian Daerah (Polda) Maluku merangkul Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku untuk memperkuat kohesi sosial dan meningkatkan peran pemuda dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
“Kriminalitas yang dilakukan individu sering dipersepsikan sebagai tindakan kelompok tertentu, sehingga memicu balas dendam. Ini yang harus kita ubah melalui pendekatan edukasi dan penguatan nilai sosial,” kata Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto, di Ambon, Selasa.
Komitmen itu dibahas dalam audiensi antara dan Dewan Pengurus Daerah KNPI Maluku membahas dinamika kepemudaan, pola konflik di Maluku, serta arah kolaborasi antara kepolisian dan pemuda.
Menurutnya penyelesaian konflik tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat keamanan, tetapi perlu melibatkan pemuda, tokoh adat, tokoh agama, serta lembaga pendidikan.
“Jika konflik berbasis kekerasan dapat ditekan, Maluku akan menjadi salah satu wilayah teraman di Indonesia,” ujarnya.
Kapolda Maluku mengapresiasi analisis serta komitmen KNPI. Ia menilai gangguan keamanan di Maluku secara statistik menurun, namun dinamika sosial tertentu masih rentan memicu eskalasi konflik karena dilandasi identitas kelompok.
Ia juga memperkenalkan program Baileo Emarina atau Rumah Damai yang diinisiasi Polda Maluku sebagai ruang dialog budaya untuk mempertemukan kelompok masyarakat yang berpotensi bersinggungan. Program tersebut bertujuan merestorasi nilai basudara serta pela gandong sebagai fondasi perdamaian daerah
Ketua KNPI Arman Kalean Lessy menyampaikan sejumlah masukan, termasuk perlunya pembinaan kepemudaan yang lebih terarah untuk mencegah keterlibatan pemuda dalam konflik antar kelompok.
Ia juga menyinggung melemahnya otoritas budaya lokal serta pola-pola respon konflik yang dinilai belum menyentuh akar persoalan.
KNPI mengusulkan pembentukan komisi antisipasi konflik yang melibatkan pemerintah, tokoh adat, pemuda, hingga akademisi. KNPI menilai minimnya pembekalan budaya bagi aparat seperti Bhabinkamtibmas turut berkontribusi terhadap kesalahpahaman sosial di lapangan.
KNPI menyatakan kesiapan berperan sebagai Listen Officer untuk memberikan deteksi dini dinamika sosial dari akar rumput.
Di akhir pertemuan, Kapolda memberikan apresiasi terhadap keberagaman latar belakang pemuda dalam KNPI dan berharap kerja sama tersebut menjadi langkah awal membangun generasi pemuda cinta damai, produktif, dan berkontribusi pada masa depan Maluku.
