"Sampai saat ini, permintaan untuk komoditi kopra dari berbagai kota di daerah tujuan antar pulau, yakni Manado, Makassar dan Surabaya.berkurang, sehingga, harga kopra yang dibeli di petani menurun," kata salah seorang pengumpul hasil bumi, Hi Darmin di Ternate, Rabu.
Selain itu, menumpuknya komoditi kopra di berbagai pabrik juga ikut mempengaruhi harga jual di pasaran.
Akibatnya, sejumlah petani mengakui menurunnya harga kopra tersebut berdampak terhadap pendapatan mereka.
Apalagi kopra tersebut dijual langsung kepada para pengumpul hasil di daerah ini dengan harga yang jauh lebih murah.
Selain itu, khusus untuk harga fuli (kulit arit) biji pala, kakao dan kopra mengalami penurunan. Fuli turun dari Rp185 ribu/ Kg menjadi Rp175 ribu/Kg.
Kondisi harga ini juga terjadi untuk kakao yang menurun dari dari Rp30 ribu/Kg menjadi Rp25 ribu/Kg.
Sedangkan, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindag Kota Ternate, Chairul Saleh, membenarkan adanya penurunan harga sejumlah komoditi hasil bumi di daerah ini.
"Para pembeli dari berbagai daerah yang datang ke Ternate terbatas transaksinya sehingga mempengaruhi harga komoditi tersebut," katanya.
Pewarta: M. Ponting: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.